YARA Minta Polda Aceh Tertibkan Penimbun Limbah Tambang Emas di  Aceh Selatan

YARA Minta Polda Aceh Tertibkan Penimbun Limbah Tambang Emas di  Aceh SelatanFOTO : SEURAMOE | JULIDA FISMA
Ketua Yara Pereakilan Aceh Selatan,. Miswar SH, saat berpose di tumpukan limbah tambang emas dalam Komplek Pelabuhan Tapaktuan. Selasa, (23/2/2021).

SEURAMOE TAPAKTUAN - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Selatan meminta Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada untuk menindak secara hukum penimbun atau penampung limbah tambang emas berupa tanah yang diduga ilegal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yara Perwakilan Aceh Selatan, Miswar SH melalui rilis yang diterima seuramoeaceh.com, Selasa (23/2/2021).

"Kami meminta Kapolda Aceh untuk memproses hukum penimbun dan pemodal yang sudah beberapa hari menumpuk limbah tambah emas ilegal yng kami duga hendak dilakukan pengangkutan melalui jalur laut," pintanya.

Disamping itu tulis Miswar, Limbah emas di pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan itu yang diduga tidak miliki izin, dan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang Undang No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Tentu penimbunan ilegal tersebut dapat merugikan negara akibat tidak ada kewajiban pajak dan retribusi," ungkapnya.

Pri yang baru didapuk sebagai ketua Yara perwakilan Aceh Selatan itu juga meminta Bupati Aceh Selatan untuk menertipkan penimbunan atau pengiriman limbah emas ilegal sebelum merusak akibat ulah orang tak bertangung jawab.

" Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah dan aparat keamanan di Aceh Selatan, jangan sampai pelabuhan digunakan oleh oknum yang tidak bertagungjawab yang tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan perundang-undangan," demikian singkatnya. 

Hingga berita ini di publikasi seuramoeaceh.combelum memperoleh konfirmasi dari pihak terkait. (*)

Komentar

Loading...