Merah Sakti Minta BPK dan Inspektorat Aceh Mengaudit Aset Pendopo

Merah Sakti Minta BPK dan Inspektorat Aceh Mengaudit Aset Pendopo
Mantan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti. |Foto: Portalsatu

SEURAMOE
SUBULUSSALAM
- Mantan Wali Kota Subulussalam H Meurah
Sakti SH meyurati BPK perwakilan Aceh serta Inspektorat Aceh, untuk melakukan
audit terhadap aset pendopo Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam.

Permintaan Merah Sakti agar BPK dan Inspektorat Aceh mengaudit aset rumah dinas H Affan Alfian Bintang SE, Wakil Wali Kota periode 2009-2014 tertuang dalam surat bertanggal 1 Juli 2019 yang salinannya diterima Seuramoeaceh.com, Kamis (4/7/2019).

Menurut Merah Sakti, ketika ia dilantik sebagai Wali Kota Subulussalam pada Pilkada 2019 lalu, ia hanya menerima satu unit mobil dinas BL 1 I dari Plt Wali Kota H Marthin Desky.

“Sebagai pejabat daerah tentu alat-alat perlengkapan rumah tangga dan lainnya disiapkan oleh negara, tetapi pada saat itu saya tidak mempermasalahkan,” ungkap Merah.

Sementara H Affan Alfian Bintang sebagai Wakil Wali Kota mendapat berbagai fasilitas negara seperti biaya sewa rumah sebesar Rp Rp 540 juta selama lima tahun atau 9 juta sebulan.

Selain aset pendopo 2019-2014, Merah Sakti juga meminta BPKP untuk mengaudit aset daerah di rumah dinas wakil walikota periode 2014-2019, Salmaza yang pada saat itu menjadi wakilnya.

Di rumah dinas Salmaza, kata Merah Sakti tentu ada alat-alat perlengkapan yang diberikan oleh negara dan aset itu tidak ada penjelasan ke publik. "Audit semua biar rakyat tau sebenarnya" ujarnya.

Seperti diketahui, H. Affan Alfian Bintang dan Salmaza yang kini menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota periode 2019-2024 keduanya merupakan mantan wakil H Merah Sakti.

Pilkada tahun 2018 lalu, H Affan Alfian Bintang yang berpasangan dengan Salmaza berhasil mengalahkan istri Merah Sakti.

Usai pelantikan H. Affan Alfian Bintang dan Salmaza sebagai Walikota dan Wakil Walikota Subulussalam, beredar kabar aset di pendopo sepeninggalan Merah Sakti sebagian tidak ditemukan ditempat dan diminta pihak Inspektorat Subulussalam untuk melakukan audit.(Rinto Berutu)

Komentar

Loading...