Mahasiswa Sebut Banyak Aset Pemkab Pidie Jaya Bakal Jadi "Rumah Hantu"

Mahasiswa Sebut Banyak Aset Pemkab Pidie Jaya Bakal Jadi "Rumah Hantu"
Salah satu bangunan mangkrak di Kabupaten Pidie Jaya. Senin (17/5/2021) FOTO : SEURAMOE / FACHRUl RAZI.

SEURAMOE MEUREUDU - Salah seorang Aktivis Mahasiswa Universitas Malikikulsaleh (UNIMAl) Aceh Utara mengkritisi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya lantaran banyak Aset pemeritah disana terbengkalai.

Sorotan tersebut disampaikan Mahasiswa UNIMAL Aceh Utara, Edi Fakhrurradi kepada seuramoeaceh.com, Senin (17/5/2021).

"Kita sangat menyayangkan banyaknya sekali aset milik pemerintah Pidie Jaya yang terbengkalai setelah dibangun," tegasnya.

Menurut Mahasiswa Asal Pidie Jaya, Gedung Pemerintah yang dibangun dengan uang rakyat itu umumnya milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dan Disperindagkop.

"Pabrik Es di TPI Meureudu, BBI Cubo, Gudang Garam di lancang paru, Sentra Pengolahan ikan Panteraja, Gudang pengolahan ikan teri pasi aron Jangkabuya, Komplek PPI Panteraja, Rumah potong hewan Meurah Dua, pasar rakyat trienggadeng, pasar ikan paru tradisional paru, pertokoan dikomplek pasar ikan ulee gle dan pasar ikan di Gampong Deah Pangwa Trienggadeng semua itu terbengkalai," rinci Edi.

Menurut Edi, aset yang tidak digunakan dan terbengkalai tersebut semestinya dimanfaatkan dengan baik oleh Pemkab Pidie untuk meningkatkan pendapatan daerah, bukan malah dibiarkan tak terawat seperti itu.

"Semestinya aset yang yang sudah dibangun, diperhatikan dan dirawat dengan baik dari pada jadi rumah hantu semua," terangnya.

Edi menyarankan, agar pihak eksekutif melakukan pendataan agar semua aset di Pidie Jaya kembali didata.

"Kita berharap Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya agar memdata kembali semua aset daerah untuk dikelola dengan baik," tegasnya. (*)

Komentar

Loading...