MA Tolak Kasasi Kasus Pencabulan oleh Mantan Pimpinan Dayah di Lhokseumawe

MA Tolak Kasasi Kasus Pencabulan oleh Mantan Pimpinan Dayah di LhokseumaweFoto : antaranews.com
Ilustrasi MA tolak kasasi dugaan pelecehan terhadap santri di lhokseumawe. Rabu, (28/10/2020).

SEURAMOE LHOKSEUMAWE -Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi penasehat hukum untuk perkara pencabulan yang dilakukan oleh mantan pimpinan dayah AI (45) dan guru ngaji M (26) terhadap 15 santri di salah satu pesantren di Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh.

Penolakan kasasi dan banding oleh MA menguatkan vonis Majelis Hakim Mahkamah Syariah Kota Lhokseumawe yang menyatakan AI dan M bersalah melakukan tindakan pidana pencabulan.
 
"Iya kasasi atau permohonan banding dari terdakwa AI dan M ditolak Mahkamah Agung," kata Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe Dr Muklis melalui Kasi Intelijen Miftahudin di Lhokseumawe, Selasa (27/10).
 
Sebelumnya kata Miftahudin, terdakwa AI alias Abah bin Nurdin terbukti melakukan pemerkosaan melanggar Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP dan dijatuhi hukuman Uqubat Ta’zir penjara selama 190 bulan dikurangi masa tahanan.
 
"Terdakwa AI juga harus membayar Uqubah Restitusi yakni 30 gram emas murni," katanya.
 
Sementara itu, terdakwa M terbukti melakukan pemerkosaan melanggar Pasal 50 Jo Pasal 48 Jo Pasal 1 Angka 30 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat dan dijatuhi hukuman Uqubat Ta’zir penjara 160 bulan dikurangi masa tahanan.
 
"Untuk terdakwa M juga harus membayar Uqubah Restitusi terhadap Raja Habibi 15 gram emas murni," katanya.
 
Putusan kasasi dan banding yang ditolak Mahkamah Agung telah disampaikan pada beberapa hari lalu sesuai putusan MA No. 4 K/ JN/ 2020 tgl 21 Juli 2020.

Halaman12

Komentar

Loading...