Tarmizi, Warga Kurang Mampu di Abdya Butuh Uluran Tangan Dermawan

Tarmizi, Warga Kurang Mampu di Abdya Butuh Uluran Tangan DermawanSEURAMOE | JULIDA FISMA
Tarmizi, seorang remaja berumur 18 tahun di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) butuh bantuan uluran tangan para dermawan.Sabtu, (17/10/2020).

SEURAMOE BALNGPIDIE - TIdak ada yang tidak menginginkan tubuh yang sehat nan sempurna, namun apadaya jika nasib berkata lain.

Bagaimana tidak, keseharian aktivitas yang sebelumnya ceria, tubuh yang sehat serta sempurna tiba-tiba harus lemah dan terbaring di tempat tidur.

Begitulah Kondisi yang di alami Tarmizi saat ini terbaring lemas dengan kondisi tubuh kering kerontang di atas pembaringan di rumahnya yang terletak di Dusun Lamkuta, Gampong Kepala Bandar, Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Pasalnya, anak dari pasangan Suryadi dan Rosmiati Ningsih (Alm) itu setahun lebih yang lalu mengalami kecelakaan cukup parah akibat terjatuh saat bekerja sebagai pencuci kendaraan di salah satu Doorsmeer di Blangpidie.

Ia tertancap oleh sebilah gagang penyapu alumanium pada bagian anus (pembuang kotoran). Sehingga menyebabkan ususnya hancur.

Sebelumnya, ia sempat dirawat di RSU Tgk Peukan Abdya, tak lama kemudian dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk menjalani operasi pertama.

Orang tua Tarmizi, Suryadi yang saban hari bekerja sebagai sopir menceritakan bahwa operasi pertama terhadap putranya itu sebelumnya berjalan dengan lancar.

Namun, saat ini keluarga kesulitan karena tidak memiliki biaya perawatan selama berada di rumah sakit.

“Setelah operasi pertama selesai terpaksa saya bawa pulang karena tidak mempunyai biaya perawatan selama berada di rumah sakit Banda Aceh” ungkap Suryadi kepada Wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Setelah selesai menjalani operasi pertama di RSUZA, dirinya membawa pulang anaknya dan dirawat di rumah.

Dikatakan Suryadi, bahwa ia kembali dihubungi oleh pihak rumah sakit untuk melakukan operasi kedua anaknya pada bulan Juli 2020 lalu, akan tetapi operasi tertunda akibat pandemi covid-19.

“Keadaan dimasa covid ini membuat operasi tertunda hingga akhirnya ia harus dirawat dirumah. Untuk operasi tahap kedua dijadwalkan Senin (19/10/2020),” kata Suryadi.

Padahal, Tarmizi yang seharusnya duduk di bangku SMA itu harus pasrah menerima kondisinya sekarang ini yang terkulai lemas di pembaringan.

Dirumah sempit seluas 5 x 6 meter dirinya hanya tinggal dengan seorang ayah dan tiga bersaudara setelah di tinggal almarhum ibunda sejak 5 tahun lalu.

Sejak lima tahun terakhir Suryadi menjadi sosok ayah sekaligus ibu dan sudah tidak bekerja karena harus merawat Tarmizi.

“Untuk saat ini, insyaallah sore nanti Tarmizi akan dirujuk ke RSUTP untuk menjalani operasi kedua, mohon doanya dan dukungan dari masyarakat Abdya, mudah-mudahan operasi kedua nanti berjalan lancar, dan bisa kembali sehat seperti biasa,” tutupnya.(*)

Komentar

Loading...