Tampa Menggunakan Pupuk Kimia, Hasil Panen Lebih Maksimal

Tampa Menggunakan Pupuk Kimia, Hasil Panen Lebih Maksimal
Penimbangan hasil panen padi menggunakan pupuk roduksi PT. PSM oleh tim Dinas Pertanian Agara. |Foto: SEURAMOE/ANDRI

SEURAMOE KUTACANE - Berdasarkan hasil ubinan (perkiraan) tim Dinas Pertanian Aceh Tenggara (Agara) terhadap lahan seluas 2.250 meter persegi, bibit padi Serang Super menggunakan pupuk non-kimia, bisa menghasilkan 1.980 kilogram padi dalam kondisi basah.

Bila dikonversi dengan luas lahan 1 hektare, maka akan menghasilkan 8000 kilogram atau delapan ton padi. Ini bukti kalau penggunaan pupul non-kimia, alias pupuk organik, hasilnya akan lebih maksimal.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama PT. Pupuk Sumatera Makmur (PT. PSM) Salman S.Pd.I, kepada Seuramoeaceh.com, Senin (18/11/2019) di Balai Benih Utama (BBU) Gampong Likat.

“Biasanya, hasil panen per 1 hektare maksimal enam ton. Dengan menggunakan pupuk non-kimia, hasilnya menjadi delapan ton per-hektar,” ungkap Salman.

Menurut Salman, dengan menggunakan pupuk non-kimia produksi PT PSM, selain lebih aman bagi kesehatan, juga harga jual cukup terjangkau dan yang lebih penting hasilnya lebih baik. (*)

Komentar

Loading...