Soal Limbah Emas di Aceh Selatan, Begini Tanggapan Wakil Direktur CV Nagana Mineral

Soal Limbah Emas di Aceh Selatan, Begini Tanggapan Wakil Direktur CV Nagana Mineral
Wakil Direktur CV Nagana Mineral, Teuku Sukandi. FOTO | ISTIMEWA/ SERAMBINEWS.COM.

SERAMOE TAPAKTUAN - Wakil Direktur CV Nagana Mineral menanggapi sorotan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (Yara) perwakilan Aceh selatan yang meminta Polda Aceh menertipkan limbah tambang emas di kabupaten setempat.

Tanggapan tersebut disampaikan Wakil Direktur CV Nagana Mineral, Teuku Sukandi sebagaimana yang dikutip dari peberitaan serambinews.com, Rabu, (24/2/2021).

"Kami hanya membeli limbah atau ampas sisa dari golondongan masyarakat atau tambang tradisional yang jumlah penambang rakyatnya mencapai ribuan orang dan tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan," ujarnya.

Tambah Sukandi, selama ini ribuan masyarakat mengolah tambang emas tradisional dengan memakai merkuri atau air raksa.

"Kalu bila itu tidak kita ambil maka akan menjadi ancaman bagi masyarakat kita pada kurun waktu 50 tahun kedepan, lalu ampas yang terbuang itu kita beli dengan harga Rp 200 per kg atau Rp 200.000 per Ton lalu kita jual kepabrik di Jakarta," katanya.

Menurutnya, semua unsur mineralnya diambil termasuk air raksa atau merkuri, dan unsur emasnya sangat rendah malahan banyak yang zonk, yang ada adalah  tembaga, itu sesuai hasil keterangan ahli," ungkap T Sukandi.

Sambung Sukandi, kehadiran CV Nagana Mineral ini hanya semata - mata ingin membantu ribuan masyarakat penggali lobang atau penambang tradisional, sebab ampas tanah yang sudah mereka ambil emasnya itu jika biarkan bisa menjadi ancaman bagi anak cucu kedepan.

Halaman12

Komentar

Loading...