Safaruddin : Saat ini DPR Aceh Sedang Diterpa Virus 'Covid-33'

Safaruddin : Saat ini DPR Aceh Sedang Diterpa Virus 'Covid-33'
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin, S.Sos, M.S.P. FOTO : SEURAMOE/ JULIDA FISMA.

SEURAMOE BLANGPIDIE – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengumpamakan terbitnya Peraturan Presiden (Perpes) Nomor 33 tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional, seakan menjadi virus baru bernama 'Covid-33' yang melilit dan membatasi ruang gerak para wakil rakyat di tanah air.

Perumpamaan itu diungkapkan Wakil Ketua DPRA, Safaruddin dalam kegiatan rises ke tahun 2021 di Daerah Pemilihan (Dapil) IX Wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang berlangsung di Blangpidie, Sabtu (3/3/2021).

“Jika Dunia saat ini diterpa dengan covid-19 maka kami di DPRA diterpa ‘Covid-33’ yaitu Peraturan presiden nomor 33,” ujarnya.

Karena tambah Politisi Gerindra itu, dengan adanya aturan tersebut, membuat kedidupan DPR Aceh menjadi lebih buruk, jika dibandingkankan dengan periode sebelumnya.

“Bayangkan saja, biaya reses saya pribadi ke Abdya dihitung Rp 350 ribu perhari, sementara kalau periode sebelumnya, itu mencapai Rp.1.500 ribu perhari, artinya, kecil sekali ruang gerak DPR hari ini,” tutur Safaruddin.

Menurut Putra asal Abdya itu, jika Perpres 33 tidak segera direvisi justru akan berdampak tidak baik bagi DPR sekala Nasional.

“Saya khawatir gara-gara Perpres ini Anggota DPR akan menjadi manifulator sehingga muncul masalah seperti SPPD Fikit dan lain-lain yang kemudian akan menjadi temuan,” ujar Safaruddin.

Saat ini, sambung Wakil Ketua DPRA, segenap wakil rakyat di Indonesia sedang memperjuangkan, agar Perpres tersebut bisa dikembalikan sesuai dengan kemampuan daerah masing-masing.

"Mohon do'anya dari kita semua agar perpres tersebut bisa dikembalikan sesuai dengan ke mampuam daerah," demikian tutupnya.(*)

Komentar

Loading...