Program Pengadaan Bebek dan Jaring di Desa Kuta Batu Singkil Diduga Fiktif

Program Pengadaan Bebek dan Jaring di Desa Kuta Batu Singkil Diduga Fiktif
Ilustrsi |Foto: IST

SEURAMOE
SINGKIL
- Mantan Kepala Desa Kuta Batu Kecamatan Simpang Kanan
Aceh Singkil berinsial G, diduga membuat program fiktif berupa pengadaan bibit
atau induk bebek dan jaring pengaman.

Hasil penelusuran Pusat Analisis Kajian Advokasi Rakyat
Aceh Singkil (PAKAR AS) menunjukkan, proyek pengadaan bebek dan jaring dengan
anggaran Rp 33.637.500 yang dialokasikan dalam APBDes Kuta Batu tahun 2018 tidak
di realisasikan

Sekjen PAKAR AS, Herman mengaku sudah mendatangi dan melakukan
investigasi ke desa tersebut, namun pengadaan bibit ternak dan jaring yang
tercantum dalam  APBDes tidak ditemukan.

"Kami sudah melakukan investigasi serta mewawancara
warga dan bendahara desa perihal pengadaan bibit bebek beserta jaringnya, namun
tidak ada realisasi meski anggaran sudah ditarik," ungkap Herman.

Ia menduga bahwa mantan Kepala Desa Kuta Batu itu telah “menggelapkan”
anggaran pengadaan bibit bebek dan jaring pengaman tersebut sebelum masa
jabatanya sebagai Kades habis.

Perihal temuan itu, oleh PAKAR AS telah menyampaikan kepada
pihak Ispektorat Aceh Singkil untuk dilakukan pemeriksaan dan audit. “Tapi
hingga kini belum ditindak lanjuti,” kata Herman, Rabu (17/07/2019).

Herman mendesak Polres dan Kejaksaan Aceh Singkil turun
tangan mengusut tuntas kasus pengadaan bebek dan jaring di desa Kuta Batu
tersebut karena terindikasi fiktif dan mengarah pada tindak pidana korupsi.

Sementara Camat Kecamatan Simpang Kanan, Sofiyan yang
dihubungi wartawan mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu kalau
pengadaan bibit bebek beserta jaring itu ada dalam APBDes mengingat LPJ-nya
belum ada," tutur Sofiyan.

Hingga berita ini diturunkan, Seuramoeaceh.com belum berhasil
meminta konfirmasi kepada Kades Kuta Batu terkait hasil temuan PAKAT AS
tersebut. (Rinto Berutu)

Komentar

Loading...