Ombudsman Aceh Minta Paramedis di Pidie Jaya Diberi Sanksi Soal Pasien Melahirkan Dalam Pempes

Ombudsman Aceh Minta Paramedis di Pidie Jaya Diberi Sanksi Soal Pasien Melahirkan Dalam PempesFOTO : SEURAMOE / FACHRUL RAZI
Pertemuan Ombudsman Aceh dengan Direktur RSUD, Kadis Kesehatan, Kepala Inspektorat dan sejumlah pejabat di jajaran RSUD Pidie Jaya. Rabu (18/4/2021).

SEURAMOE MEUREUDU-Ombudsman RI Perwakilan Aceh meminta Direktur RSUD Pidie Jaya untuk memberikan sangsi kepada paramedis yang telah melakukan kelalaian terhadap pelayan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Ombudsman Aceh Dr. Taqwaddin usai menindak lanjuti kasus pasien yang melahirkan dalam pampes di RSUD Pidie Jaya. Rabu (28/4/2021).

"Ambil tindakan dan berikan sangsi kepada petugas yang melanggar etika medis saat melayani masyarakat yang berobat," tegasnya.

Memurut Taqwadin, tidak melayani dan membiarkan pasien satu detik saja merupakan sebuah pelanggaran.

" Perawat tugas piketnya bukan untuk tidur, main hanphone dan jalan-jalan tapi sebagai abdi negara dalam melayani masyarakat," tuturnya.

Dikatakan Taqwaddin, pertemuan pihaknya tersebut dihadiri oleh Direktur RSUD, Kadis Kesehatan, Kepala Inspektorat dan sejumlah pejabat di jajaran RSUD Pidie Jaya.

"Dari hasil penilaian, kita temukan unsur kelalaian (mal administrasi) para tenaga kesehatan dalam menjalankan prosedur pelayanan, Pihaknya juga telah meminta klarifikasi dari managemen RSUD Pijay," tuturnya.

Taqwadin berharap kepada RSUD Pidie Jaya agar Seluruh seluruh tenaga medis bekerja berdasarkan SOP yang telah ada, sehingga terarah proses peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi RSUD Pijay, sehingga ke depan tidak terulang lagi dan menjadi catatan penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,” tutupnya.(*)

Komentar

Loading...