Muhamamdiyah Terjunkan 423 Da’i Muda ke Luar Negeri

Muhamamdiyah Terjunkan 423 Da’i Muda ke Luar Negeri

RAMADHAN Tahun ini 1440
Hijriyah, Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta kembali menerjunkan
siswanya untuk mengikuti kegiatan Mubaligh Hijrah ke berbagai wilayah
binaannya.

Sebanyak 423 orang santri selama sepekan ini telah
berbaur dengan berbagai lapisan masyarakat yang tersebar di berbagai negara.
Mereka tergabung dalam program Mubaligh Hijrah Internasional (MHI) dan Mubaligh
Hijrah Nusantara (MHN).

Para peserta Mubaligh Hijrah Internasional Muhammadiyah
ini, akan berdakwah di sejumlah negara seperti Malaysia, Kamboja, Thailand,
Taiwan, Jepang, bahkan Australia.

Berbekal kompetensi ilmu keagamaan yang diperoleh selama
menimba ilmu di Mu'allimin, mereka berdakwah dengan berbagai metode sesuai
kondisi penduduk setempat.

Diantara mereka, ditempatkan di daerah-daerah pedalaman,
bahkan di daerah perbatasan dengan berbagai konsekuensi yang harus mereka
sikapi.

Guna memperlancar komunikasi dengan warga setempat
selama berdakwah, selama satu bulan pula, mereka juga membekali diri dengan
penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Arab dan Inggris.

Selama bertugas di negara-negara sahabat itu, mereka
dibantu oleh beberapa institusi atau pemegang otoritas daerah setempat yang
menjadi mitra Mu'allimin.

Sementara itu bagi para siswa yang tergabung dalam
Mubaligh Hijrah Nusantara (MHN), mereka menyebar di 43 titik daerah binaan
Mu'allimin yang meliputi pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Mereka,
ditempatkan didaerah minim kader, pelosok, serta daerah basis kristenisasi.

Direktur Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta,
Aly Aulia menyatakan bahwa program tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan
yang didesain untuk melatih para santri agar mengetahui secara nyata tentang
kondisi masyarakat di berbagai wilayah tugas mereka, utamanya yang terkait dengan
aspek ideologis keislamannya.

"Sebagai anak panah-anak panah Muhammadiyah, mereka
harus paham betul dengan kondisi riil masyarakat Islam secara luas. Mereka
harus mampu berdiaspora ke berbagai tempat sebagai lahan dakwah kader-kader
persyarikatan," ungkapnya

Menurut Aly, tugas penting mereka adalah belajar berdakwah, menjaga nama baik, melakukan perubahan, dan menjadi uswah bagi masyarakat.(*) 

Komentar

Loading...