Ini klarifikasi Keuchik Gampong Padang Geulumpang Abdya Soal Mosi Tak Percaya

Ini klarifikasi Keuchik Gampong Padang Geulumpang Abdya Soal Mosi Tak PercayaIstimewa
Keuchik Padang Geulumpang, Jeumpa, Abdya, Hasballah.

SEURAMOE BLANGPIDIE – Keuchik Padang Geulumpang Kecamatan Jeumpa Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyanggah semua aitem yang dimuat dalam mosi tak percaya terhadap kepemimpinnanya.

Sanggahan itu disampaikan Keuchik Gampong Padang Geulumpang, Hasballah saat dikonfirmasi seuramoeaceh.com, via telpon selulernya Jum’at (14/2/2020) di Blangpidie.

“Memang saya akui bahwa saya ini tidak sempurna, artinya banyak kekurangan dalam menjalankan roda pemerintahan Gampong ini,”ujarnya.

Namun tambahnya,  semua yang tertulis dalam aitem mosi tak percaya tersebut perlu untuk diklarifikasi.

”Jika dikatakan tidak transparan tidak mungkin, sebab jika ada anggaran selalu saya rapat dengan aparatur gampong dan pihak tuha peut, artinya, selaku PA, saya selalu perintahkan kepada sekdes, operator disaksikan tuha peut untuk melakukan rapat, kan tidak mungkin harus saya yang umumkan,” tepis Hasballah.

Hasbalah membenarkan jika adanya tumpang tindih jabatan aparatur didesanya, lantaran karena krisis sumber daya manusia.

”Tuha Lapan merangkap Muazim, karena yang sering ke mesjid ya yang bersangkutan, itupun sudah saya tanyakan ke imam mesjdid selaku perangkat agama, kemudian Tengku Sagoe rangkap dengan Fardhu kifayah, karena memang dia yang bisa, kalaupun kita cari yang lain tidak ada yang mau dan tidak bisa,” jelasnya.

Menurut Hasbalah, jika kebijakan tersebut dipersoalankan, dirinya meminta agar digantikan sesuai dengan yang diharapkan.” Misalnya tidak boleh begitu, tolong cari pengantinya siapa, kalau yang membuat mosi itu mau dan bisa, untuk muazim dan fardhu kifayah, tidak masalah silahkan saja,” ungkapnya sedikit menantang.

Sambung Hasballah, terkait masalah lapangan voly itu merupakan ke inginan pemuda untuk mengelola pekerjaan tersebut. ”setelah rapat, pemuda minta untuk pekerjaan lapangan voly, pemuda yang kelola, ya kami berikan dengan catatan harus dipertangung jawabkan oleh ketua pemuda, semua pemuda termasuk bendahara juga pemuda, jadi bagaimana  dikatakan tidak jelas,”ulasnya.

Menurut Hasballah, terkait dana Desa, tidak mungkin tidak dilakukan ada rapat untuk LPJ, karena setelah selesai pekerjaannya itu ditanda tangan oleh tuha peut.

Dikatakan Hasballah, untuk tanda tanga warga yang tercantum dalam absen mosi tak percaya, banyak warga yang ter kecoh. ”Kenapa masayarakat teken, karena dikatakan absen tersebut untuk pemilihan keuchik baru 2020, ” demikian tutupnya. (*)

Komentar

Loading...