Indonesia Jadi Juru Damai, Undang Fatah dan Hamas ke Jakarta

Indonesia Jadi Juru Damai, Undang Fatah dan Hamas ke Jakarta
Indonesia Jadi Juru Damai, Undang Fatah dan Hamas ke Jakarta. FOTO : ILUSTRASI.

Pada posisi diplomatik ini, lanjut Anis, Indonesia harusnya bisa menjadi juru damai untuk kekuatan perlawanan yang ada di Palestina, khususnya antara Hamas dan Fatah. "Kita bisa undang Fatah, undang Hamas, dan kelompok-kelompok lain di Indonesia. Saya kira para pejuang Palestina setuju dengan ajakan itu," bebernya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti menyampaikan, Muhammadiyah sejak awal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Dia menyinggung ada pihak tertentu yang secara politik berusaha menarik masalah itu ke konflik agama.

“Konflik Palestina-Israel bukan masalah teologi, tapi politik. Walaupun survei SMRC, sebagian besar umat Islam berpendapat masalah Palestina ini masalah umat Islam dengan Yahudi. Tapi Muhammadiyah melihat ini dimensi politik, walaupun dimensi keagamaannya sangat kuat," ucap Mu'ti.

Mu’ti menjelaskan, konflik keduanya merupakan benturan antara kelompok fundamentalis di kedua belah pihak. Hamas yang beberapa kali menang pemilu, sambung dia, dianggap sebagai kelompok fundamentalis oleh Zionis Israel.

“Netanyahu menang pemilu berkali-kali, dan perdana menteri (Israel) yang baru lebih fundamentalis. Keduanya tidak setuju Paletina dan Israel menjadi dua negara yang berdaulat. Hamas tidak setuju, hanya setuju ada Palestina yang berdadulat, dan pengganti Netanyahu juga punya pendapat yang sama,” ucapnya.(*)

Halaman12

Komentar

Loading...