Harga Emas Tidak Menentu, Warga di Aceh Selatan Memilih Menjual Ketimbang Membeli

Harga Emas Tidak Menentu, Warga di Aceh Selatan Memilih Menjual Ketimbang MembeliFoto : tribunnews.com
Rini, pemilik Toko Emas Amin Setia di Jalan Merdeka, Tapaktuan sedang melayani pembeli, Minggu (27/9/2020).

SERAMOE TAPAKTUAN - Harga emas selalu saja mengalami fluktuasi atau naik turun setiap harinya.

Saat ini, para pedagang emas di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengaku lebih banyak orang yang menjual ketimbang membeli.

"Kondisi ini akibat pandemi Covid 19 yang sedang melanda daerah kita mengakibatkan ekonomi masyarakat melemah.

Beda dengan sebelum pandemi, lebih banyak yang membeli ketimbang menjual," kata Rini, pemilik Toko Emas Amin Setia, di Jalan Merdeka Tapaktuan, Minggu (27/09/2020).

Menurut Rini, harga emas pada Minggu ini Rp 3.050.000/mayam, sedangkan beberapa hari sebelumnya Rp 3.030.000/mayam ( 1 manyam 3,3 gram).

" Ya, walaupun harganya fluktuasi, namun lebih banyak yang menjual ketimbang membeli," ujarnya. 

Sebagaimana dikutip dari laman Bisnis.com, harga emas diyakni masih akan meningkat kendati progres penemuan vaksin virus corona (Covid-19) mulai menemui titik terang.

Analis Capital Futures Wahyu Laksono menyatakan harga emas Antam masih dapat berpotensi menuju Rp1,1 juta sampai Rp1,2 juta.

Menurutnya harga emas Antam lebih terkorelasi dengan harga emas dunia dan pergerakan dollar Amerika.

"Ada atau tidaknya vaksin , jika kebijakan major bank central utamanya the Fed melakukan pelonggaran moneter maka emas akan menguat dan emas Antam potensial ikut menguat juga nantinya," katanya kepada Bisnis, Sabtu (26/9/2020).

Wahyu menambahkan dalam jangka panjang emas masih akan menguat.

Dengan begitu emas Antam juga akan menguat setiap tahunnya.

Menurutnya saat ini pasar hanga menunggu soal waktu agar rekor tertinggi dapat ditembus. "Emas antam masih bergerak sekitar Rp1 juta," katanya. (*)

Komentar

Loading...