Gubernur Aceh Larang ASN Gelar dan Hadiri Pesta Perkawinan

Gubernur Aceh Larang ASN Gelar dan Hadiri Pesta PerkawinanFoto : tribunnews.com
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto.

SEURAMOE BANDA ACEH - Kasus infeksi Covid-19 di Aceh meningkat tajam beberapa hari terakhir. Mengantisipasi penularan yang kian masif, Pemerintah Aceh mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak untuk menggelar dan menghadiri pesta pernikahan atau sejenisnya yang bisa menimbulkan kerumuman masa.

GUBERNUR Aceh, Nova Iriansyah, menginstruksikan seluruh ASN dan tenaga kontrak Pemerintah Aceh untuk sementara tidak menyelenggarakan dan menghadiri pesta perkawinan dan sejenisnya. Instruksi itu didasari atas meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mingguan sebanyak tiga kali lipat usai libur akhir tahun.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, menjelaskan, pada minggu lalu, periode 28 Desember 2020-26 Januari 2021, penambahan jumlah kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 52 orang, sembuh 113 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 11 orang.

Sedangkan pada minggu ini, periode 4-10 Januari 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat menjadi 146 orang, penderita yang sembuh sebanyak 80 orang, dan tujuh orang meninggal dunia.

Menanjaknya angka tersebut membuat Pemerintah Aceh kemudian mengeluarkan surat larangan yang tertuang dalam Instruksi Gubernur Aceh Nomor 01/INSTR/2021 tentang larangan menyelenggarakan kegiatan pernikahan/perkawinan dan sejenisnya yang menimbulkan kerumunan massa. Surat Instruksi itu diterbitkan dan diteken langsung Gubernur Nova pada Senin (11/1/2021).

Penerbitan Instruksi itu, kata Iswanto, juga merupakan tindaklanjut terhadap Diktum Kedelapan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian corona virus disease 2019 (Covid-19).

“Oleh sebab itulah instruksi ini diterbitkan. Kita ingin ASN Pemerintah Aceh terlibat langsung dalam penanggulangan virus corona, terutama dalam menyikapi tren kasus yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya.

Iswanto menuturkan, penyebaran penularan Covid-19 dunia kian mengkhawatirkan dan meningkat, seperti di Jepang dan beberapa negara di Eropa. Bahkan sejumlah negara tersebut mulai memberlakukan lockdown. Begitupun dengan Ibu Kota Jakarta, angka kasus kian meningkat. "Karena itulah, instruksi ini berlaku sebagai upaya untuk menanggulangi dan mencegah Aceh dari gelombang baru penularan Covid-19," tutur Iswanto.

Iswanto menyebutkan, instruksi tersebut berlaku untuk Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh serta seluruh ASN Pemerintah Aceh, baik yang berstatus PNS maupun tenaga kontrak. "Instruksi ini kita berlakukan agar ASN Pemerintah Aceh menjadi contoh baik di masyarakat dalam melakukan upaya pencegahan penularan virus corona," kata dia.(*)

Komentar

Loading...