E-government Harapan Efektif Pelayanan di Masa Pandemi

E-government Harapan Efektif Pelayanan di Masa Pandemi
Ilustrasi

Tahun 2020 dimana menjadi sebuah tahun yang suram bagi seluruh Negara.

Dimana dunia mulai tidak baik baik saja dan menjadi menakutkan.karena adanya virus corona.

Virus corona atau yang juga dikenal dengan nama Covid-19 ini adalah penyakit menular dan baru ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 yang kemudian menjadi wabah hingga menjuru ke berbagai Negara.

Menurut WHO, Virus Corona ini menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. 

Menurut WHO status pandemi ditetapkan jika sebuah penyakit baru yang belum ada penangkal kekebalan menyebar ke berbagai wilayah dunia tanda di duga, seperti virus corona ini.

Namun saat Negara di masa pandemi seperti ini tentunya banyak aktivitas yang terbatas karena pemerintah menetapkan sosial distancing agar menjaga masyarakat tidak virus tersebut.

Selama masa pandemi ini tentunya ada hal atau hambatan yang banyak terjadi, apalagi di sektor publik  dimana pelayanan pemerintah terhadap masyarakat sudah banyak tidak efektif.

Peran pemerintah dalam memberi pelayanan publik ke masyarakat memang sangat penting.

Instruksi presiden Nomor 3 Tahun 2003 adalah pintu gerbang perkembangan e-government di Indonesia.

Dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 ini ditunjukkan untuk menjamin keterpaduan sistem pengelolaan dan pengolahan dokumen dan infomasi elektronik dalam mengembangkan sistem pelayanan publik. 

Sebenarnya dalam era digital saat ini tidak akan menjadi kendala dalam produktivitas, terutama pada penyelenggara atau pelaksana pelayanan publik.

Hal tersebut karena dukungan kecanggihan teknologi.

Dalam masa pandemi ini e-government memang sangat berperan penting dalam membantu kinerja pemerintahan dalam pelayanan publik karena pada masa pandemi seperti ini kita di tuntut untuk tidak berhubungan langsung, menjaga jarak dan tidak boleh adanya kerumunan.

Lalu  bagaimana kita memberi pelayanan publik kepada masayarakat, yaitu dengan menjalankan sistem e-government.

Seperti sekarang adanya surat surat yang memerlukan tanda tangan tapi karena menjalankan sistem e-government maka menggunakan barcode.

Hal itu merupakan salah satu bentuk penerapan e-government dalam memaksimalkan pelayanan publik agar tetap berjalan dengan lancar.

Dan juga seperti pelayanan BPJS yang sudah menggunakan sistem online jadi kita tidak harus menunda dalam memberikan pelayanan publik yang tidak efektif kedapa masyarakat dengan alasan  sosial distancing.(**)

Penulis adalah Nefa Sari Putri mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN Ar-raniry) Fakultas Fisip Ilmu Admistrasi Negara 

Komentar

Loading...