Bupati Abdya, Screening Langkah Penting Vaksinasi Covid-19 Terhadap Warga

Bupati Abdya, Screening Langkah Penting Vaksinasi Covid-19 Terhadap Warga
TEKS : Bupati Abdya, Akmal Ibrahin (Baju Batik) dalam Forum Silaturahmi Kamtibmas bersama tokoh Agama, tokoh masyarakat, Adat dan tokoh Pemuda di Aula kantor Bappeda, Rabu (30/9/2021). |FOTO: SEURAMOE/ JULIDA FISMA.

SEURAMOEACEH | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim meminta kepada tim vaksinator dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang bekerjasama dengan unsur TNI/Polri supaya lebih teliti dalam melaksanakan screening tes bagi masyarakat yang hendak melakukan vaksinasi.

Permintaan itu disampaikan Akmal menyusul pasca peristiwa pembubaran tim vaksinator dari Dinkes bersama TNI/Polri di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Selasa (29/9) kemarin.

"Supaya masyarakat tidak takut saat mau divaksin, kita meminta kepada tim vaksinator kedepannya agar lebih teliti dalam melakukan screening test kepada warga, sehingga masyarakat faham bahwa faksin itu tidak berbahaya" ungkapnya dalam kegiatan Forum Silaturahmi Kamtibmas bersama tokoh Agama, tokoh masyarakat, Adat dan tokh pemuda di Aula kantor Bappeda, Rabu (30/9/2021).

Akmal juga menyarankan kepada petugas vaksinator kedepannya agar membangun komunikasi dengan masyarakat yang hendak divaksin dengan cara yang humanis tanpa ada paksaan, jadi biarkan masyarakat dengan sukarela melaksanakan vaksinasi tanpa ada paksaan.

"Bangunlah komunikasi yang baik dengan masyarakat, karena kita melihat masih banyak warga yang belum paham tentang pentingnya vaksinasi. Kalaupun mengajak masyarakat untuk vaksin agar membangun komunikasi tanpa ada pemaksaan," pinta Akmal.

Dalam melakukan screening tes vaksinasi, kata dia, supaya petugas menanyakan sedetail-detailnya kepada warga apakah ada penyakit bawaan yang selama ini diderita. Sebab, kata dia, terkadang masyarakat ada yang tidak mengetahui tentang penyakit bawaan yang diderita oleh nya.

Ia juga mencontohkan, padahal masyarakat tersebut ada mengalami penyakit lambung akut, dikira hanya lambung biasa sehingga tanpa ada pengetahuan lebih dia langsung vaksin.

"Jadi disinilah tugas tim vaksinasi untuk mempertanyakan kepada warga dengan sedetail-detailnya apakah calon vaksinasi memang tidak mengalami penyakit bawaan, dan ini bertujuan jangan sampai setelah melakukan vaksin ada masyarakat yang mengalami kelumpuhan dan efek samping yang fatal akibat vaksin," jelasnya.

Dihadapan tokoh ulama, Akmal juga berharap agar disaat memberikan tausiah di mimbar - mimbar, baik itu ceramah jumat dan sebagainya untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang perlu vaksinasi.

"Karena meskipun disini banyak orang - orang cerdas dan memiliki titel tinggi, kalau masalah di gampong - gampong masyarakat lebih mendengar para ulama-ulama dan Teungku - teungku," pungkasnya.(*)

Komentar

Loading...