Aktivis Lingkungan Temukan Batu Bara Berserakan di Pantai Meureubo

Aktivis Lingkungan Temukan Batu Bara Berserakan di Pantai Meureubo
Koordinator AMPLAS bersama warga mendapati batu bara berserakan dipantai Peunaga Rayeuk kecamatan Meureubo kabupaten Nagan Raya. |Foto: SEURAMOE/DARMAWAN

SEURAMOE MEULABOH - Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan dan Sosial (AMPLAS) menyatakan kerisauannya terkait banyaknya batu bara berserakan ditepi pantai Peunaga Rayeuk Kecamatan Meureboh Kabupaten Aceh Barat.

Koordinator AMPLAS Adil Kurniawan mengatakan, batu bara yang berserakan di pantai Peunaga Rayeuk perlu penangan serius karena berdampak negatif terhadap aktivitas nelayan dan warga sekitar.

“Batu bara mengandung zat berbahaya. Selain zat karbon, batu bara juga mengandung besi sulfida atau pirit pada permukaannya, yang jika berinteraksi dengan air laut, bisa menghasilkan asam sulfat dan itu bisa membunuh biodata laut,” jelas Adil Kurniawan kepada Seuramoeacdeh.com, Kamis (07/11/2019)

Menurut pantauan AMPLAS, batu bara dikirim menggunakan transportasi laut, dan itu berbahaya karena bila batu bara bercampur air laut itu sangat sulit terurai.

“Jika dilihat sekilas saja air laut akan terlihat berwana hitam bila terkena tumpahan batu bara dari kapal pengangkut," ujar Adil Kurniawan.

Lanjutnya. “Hal ini jelas akan membahayakan, bukan hanya untuk biota laut, tetapi juga bagi kapal lain yang melintas, karena tentu tingkat kepekatan air akan berubah,” ungkapnya. (*)

Komentar

Loading...