Bulan Terbelah Dua, Benarkah Kiamat Sudah Dekat?

Bulan Terbelah Dua, Benarkah Kiamat Sudah Dekat?SWNS: South West News Service
Penampakan bulan terbelah dua

Dalam acara tersebut, mereka membahas tentang kali pertama manusia mendarat di permukaan Bulan. Kabarnya, perjalanan luar angkasa ini telah menelan biaya lebih dari US$100 miliar. Para ilmuwan itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa perjalanan ini telah berhasil menemukan sebuah fakta ilmiah. Mereka temukan bahwa dahulu kala Bulan pernah terbelah menjadi dua, kemudian menyatu kembali. Ada banyak bukti nyata di permukaan Bulan yang dapat menjelaskan ini.

Dalam penjelasan terpisah, ilmuwan Tom Watters dari Smithsonian National Air and Space Museum mengatakan, ada patahan pada Bulan yang dinamakan Lobate Scarp. Diyakini bahwa patahan ini terjadi akibat material kerak Bulan yang saling mendorong sehingga terjadi retakan.

“Jadi, itu mengindikasikan bahwa sesuatu menyebabkan Bulan untuk mengalami pengerutan atau penyusutan,” kata Tom. Peneliti percaya bahwa Bulan memiliki sejarah geologis.

Mukjizat Nabi

Soal bulan terbelah ini sudah menjadi keyakinan umat Islam. Terbelahnya Bulan merupakan salah satu mukjizat paling nyata untuk menguatkan kenabian Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW).

اِقۡتَـرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الۡقَمَر

وَاِنۡ يَّرَوۡا اٰيَةً يُّعۡرِضُوۡا وَيَقُوۡلُوۡا سِحۡرٌ مُّسۡتَمِرٌّ

وَكَذَّبُوۡا وَاتَّبَعُوۡۤا اَهۡوَآءَهُمۡ‌ وَكُلُّ اَمۡرٍ مُّسۡتَقِرٌّ

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya. (Surah Al Qamar Ayat 1-3)

Buku ‘Sains dalam Al-Quran’ yang ditulis Nadiah Thayyarah mengungkapkan bahwa dahulu Bulan bersinar kemudian Allah mematikan cahayanya.

وَجَعَلۡنَا الَّيۡلَ وَالنَّهَارَ اٰيَتَيۡنِ‌ فَمَحَوۡنَاۤ اٰيَةَ الَّيۡلِ وَجَعَلۡنَاۤ اٰيَةَ النَّهَارِ مُبۡصِرَةً لِّتَبۡتَغُوۡا فَضۡلًا مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَلِتَعۡلَمُوۡا عَدَدَ السِّنِيۡنَ وَالۡحِسَابَ‌ؕ وَكُلَّ شَىۡءٍ فَصَّلۡنٰهُ تَفۡصِيۡلًا‏

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (Q.S. Al Isra’ Ayat 12).

Ayat tersebut menunjukkan adanya suatu fakta ilmiah yang baru bisa diketahui umat pada abad ke-20, yaitu bahwa Bulan pada mulanya adalah sebuah planet yang menyala. Petunjuk Al-Quran mengenai hal ini cukup jelas.

Para pakar astronomi akhir-akhir ini menemukan bahwa Bulan pada awalnya menyala, kemudian cahayanya lenyap dan ia menjadi benda mati.

Selain itu, banyak hadis yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya Bulan di masa Rasulullah SAW saat masih di Mekkah. Hal ini terjadi ketika kaum musyrikin ‘menantang’ Nabi untuk menunjukkan bukti kenabiannya dengan meminta membelah Bulan.

Sumber:Sindo

Komentar

Loading...