Warga Alue Padee Abdya Jadi Tersangka Karhutla

Warga Alue Padee Abdya Jadi Tersangka Karhutla
Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK didampingi Kabag Ops AKP Haryono dan Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH, dalam Konfrensi Pers. Selasa (19/11/2019) Foto: SEURAMOE/JULIDA FISMA.

SEURAMOE BLANGPIDIE, – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Aceh Barat Daya (Abdya) menetapkan tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada tanggal 30 Juli 2019 di Jalan 30, Gampong Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, Kabupaten setempat.

Penetapan tersangka terhadap BM (35) warga Gampong Alue Pade, Kecamatan Kuala Bate, berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP-B/38/VII/RES.1.13/2019/SPKT, Tanggal 8 Juli 2019.

Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK, dalam konferensi pers, Selasa (19/12/2019) mengatakan, penetapan tersangka terhadap BM, setelah tim Reskrim Abdya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada tanggal 5 Agustus 2019 dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta hasil Laboratorium Forensik (Labfor) Polri cabang Medan, Sumatera Utara. Dari hasil TKP tersebut, kata dia, bahwa pembakaran Karhutla itu memang ada indikasi kesegajaan dari tersangka.

“Kita sudah menetapkan BM sebagai tersangka pelaku pembakaran Karhutla, yang dilakukannya dengan sengaja,” ungkap Basori yang ikut didampingi Kasat Reskrim Abdya, Iptu Zulfitriadi, SH dan Kabag Ops Polres Abdya, AKP, Haryono.

Sementara kronologis dalam peristiwa kebakaran itu, sambung Kapolres Abdya, pada tanggal 30 Juli 2019 tersangka dengan sengaja membakar kebun miliknya sendiri. Sehingga api tersebut menjalar atau menyebar ke kebun disekitarnya. Dimana kebun yang menjadi korban yaitu kebun milik Mansur dan Jamaluddin Abdi.

“Akibat kebakaran itu, kedua korban ini mengalami kerugian 12 juta rupiah jika dinominalkan. Namun terhadap tersangka ini tidak kita lakukan penahanan karena mengingat ancaman pidananya kurang dari tiga tahun, akan tetapi sejauh ini yang bersangkutan kooperatif dan dianggap tidak menganggu jalanya proses penyelidikan,” jelas Basori.

Sementara niat pelaku, kata Basori, dirinya membakar lahan kebun miliknya tersebut untuk menanam jangung. Namun pada saat membakar lahannya, api menjalar ke wilayah kebun milik warga lain. Sehingga sekitar 6 hektar lahan kebun milik warga lain ikut terbakar.

Selanjuntya, sambung Basori, adapun barang bukti (BB) yang berhasil ditemukan di TKP berupa sebilah parang dengan panjangn  63 centimeter yang digunakan pelaku pembakaran Karhutla untuk membersihkan lahan miliknya

“Tersangka diduga melanggar Pasal 108 Jo pasal 69 ayat (1) huruf H UU RI No 32 Tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun dengan denda 10 miliar rupiah,” pungkas Kapolres Abdya. (*)

Komentar

Loading...