Sambut 1 Muharram, LDK Universitas Teuku Umar Gelar Pawai

Sambut 1 Muharram, LDK Universitas Teuku Umar Gelar Pawai
Ratusan mahasiswa dari lembaga kampus Universitas Teuku Umar mengikuti acara pawai ta’aruf dalam rangka memperingati tahun baru islam 1 Muharram 1440 H. Pawai tersebut dilaksanakan di kawasan Mesjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Aceh Barat. Minggu (9/9/2018) | SEURAMOE/VIVI RAMAGITA

SEURAMOE MEULABOH - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Teuku Umar menggelar aksi pawai Ta’aruf memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah tahun 2018.

Pawai ta’aruf tersebut dipusatkan dikawasan kota Meulaboh, Aceh Barat. Minggu (9/9/2018).

Pawai dengan tema "Selamatkan Indonesia dari Jurang Kehancuran" tersebut di ikuti ratusan mahasiswa UTU dan masyarakat.

Pantauan dilapangan, para peserta pawai terlihat antusias berjalan kaki dibawah terik matahari. Terlihat juga para peserta membawa berbagai spanduk yang bertuliskan “LDK AL-HIJRAH UTU Menyambut Tahun Baru Islam 1440 H,dakwah terus sampai Allah katakan pulang”.

Pawai tersebut juga turut menyita perhatian masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Terminal Tipe B Nagan Raya Terbengkalai

BACA JUGA: Pawai Menyambut 1 Muharram 1440 H Di Simeulue Berlangsung Meriah

"Pawai dalam rangka menyambut 1 muharram ini merupakan salah satu bentuk kecintaan dan rasa syukur kita dapat merasakan nikmat islam" kata Anita Asrianur, ketua LDK bagian keputrian. Minggu(9/9/2018)

Ia juga menjelaskan jika pada pawai tahun ini sendiri, pihak LDK menggunakan rute start dari Mesjid Agung Baitul Makmur, Aceh Barat melintasi Jalan Manekro, Jalan Syah Kuala, Jalan Nasional,Jalan Gajah Mada dan kembali lagi ke Mesjid Agung Baitul Makmur.

"Kami berharap melalui pelaksanaan pawai ini masyarakat luas mengetahui syariat Islam tidak di samar-samarkan dan menjalankan syariat islam secara kaffah (menyeluruh)"jelasnya.

BACA JUGA:Pagar Taman Jalan Roboh dan Miring, Pengguna Jalan Terancam

Anita Asrianur juga berharap masyarakat mengetahui bahwa tahun baru islam merupakan titik awal tersiarnya islam.

"Tahun baru islam merupakan titik awal tersiarnya islam, karena tahun baru islam itu hitungnya dimulai ketika rasulullah hijrah bukan ketika lahir tapi ketika rasul hijrah dari Makkah ke Madina. Dakwah rasul di Makkah tidak dipandang namun ketika di Madina diterima dan mendirikan Negara disitu dan mulai dari Madina dakwah rasulullah tersiar dimana-mana bahkan hingga kita saat ini,jadi sangat spesial sekali" ungkap Anita Asrianur.(*)

(Vivi Ramagita)

Komentar

Loading...