Rudal Baru Korut, Antara Gertakan dan Ancaman

Rudal Baru Korut, Antara Gertakan dan AncamanFoto : Net.
Rudal balistik antarbenua milik Korea Utara. (Courtesy of Korean Central News Agency)

SEURAMOE LUAR NEGERI -- 'Mainan' baru Korea Utara berupa rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dipamerkan dalam parade militer kini membuat negara-negara di sekitarnya ketar-ketir.

Bahkan menurut pakar, senjata itu merupakan ancaman nyata bagi pertahanan Amerika Serikat, sekaligus menjadi masalah bagi presiden AS saat ini dan berikutnya.

Mereka juga memperingatkan kemungkinan Korut dapat menguji senjata itu tahun depan.

Dilansir AFP, Selasa (13/10), para analis mengatakan rudal berbahan bakar cair terbesar di dunia itu kemungkinan besar dirancang untuk membawa banyak hulu ledak dalam wahana mandiri (MIRV).

Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies mengatakan rudal itu "jelas ditujukan untuk menyerang sistem pertahanan rudal AS di Alaska".

"Jauh lebih murah bagi Korea Utara untuk menambahkan hulu ledak daripada AS untuk menambahkan pencegat," cuitnya di Twitter.

Dia menjelaskan jika ICBM membawa tiga atau empat hulu ledak, AS perlu menghabiskan sekitar US$1 miliar atau sekitar Rp14,7 triliun untuk 12 hingga 16 pencegat untuk setiap rudal.

"Dengan biaya itu, saya cukup yakin Korea Utara dapat menambahkan hulu ledak lebih cepat daripada menambahkan pencegat," ujarnya.

Rudal itu diperkirakan memiliki panjang 24 meter dan diameter 2,5 meter. Menurut seorang spesialis, Markus Schiller, ukuran itu dinilai cukup besar untuk membawa 100 ton bahan bakar dan akan memakan waktu berjam-jam untuk dimuat.

Halaman12

Komentar

Loading...