Himadistra UTU Gelar Baksos di SOS Children's Villages

Himadistra UTU Gelar Baksos di SOS Children's Villages
Kegiatan Baksos Himadistra UTU di panti SOS Children's Villages Gampong Lapang . |Foto: SEURAMOE?MARIANI

SEURAMOE MEULABOH - Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (Himadistra) Universitas Teungku Umar (UTU) Meulaboh bekerja sama dengan Komunitas Lentera Atjeh menyelenggarakan Bakti Sosial.

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan di panti SOS Children's Villages Gampong Lapang Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (16/05/2019).

Kegiatan yang diikuti oleh 120 anak panti SOS Children’s
Villages, dan 40 orang pelaksana dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi
Negara (Himadistra) serta Lentera Atjeh dan dihadiri oleh pemateri yakni
Vellayati Hajad MA serta Dr. Fajran Zain.

Ketua Panitia Pelaksana Bakti Sosial Nursafridha, menyatakan
Bakti Sosial pada bulan suci Ramadhan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap
agama untuk menolong sesama serta tanggung jawab terhadap negara (Tridharma
Perguruan Tinggi) dan kepedulian Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi
Negara (Himadistra) terhadap sesama.

“Bakti sosial ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar sesama, terutama di bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Ia melanjutkan kegiatan ini dikemas dengan materi pendidikan
karakter sehingga diharapkan peserta mampu mendorong motivasi untuk menjadi
pribadi yang berdaya saing khususnya di bidang pendidikan.

Pemateri pertama Vellayati Hajad, MA, menyampaikan pesan terkait
karakter kuat yang harus dimiliki. Karakter yang kuat dapat terlihat dari cara
menghadapi masalah. 

“Sepertu filosofi telur ketika direbus dalam air panas
justru akan mengeras, seperti itu juga masalah yang kita hadapi justru akan
membuat pribadi yang kuat dan semakin tangguh,” Ucap Vella. 

Kemudian materi kedua Fajran Zain, menyampaikan pesan
terkait akhlak yang baik, jujur serta tidak mudah menyerah.

“Guna meraih kesuksesan hidup, kita harus memiliki akhlak
yang baik dan kejujuran sebagai modal dasar serta kita harus senantiasa
menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Jangan pernah takut akan
keterbatasan. Kuncinya adalah terus berusaha dan berdoa serta jangan mudah
berputus asa.” tutupnya. (Mariani)

Komentar

Loading...