Gubernur Aceh : Bupati yang Paling Keras Komplain Saya Adalah Bupati Abdya

Gubernur Aceh : Bupati yang Paling Keras Komplain Saya Adalah Bupati AbdyaSEURAMOE | JULIDA FISMA
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

SEURAMOE BLANGPIDIE - Gubernur Aceh mengaku bahwa bupati di Aceh yang paling keras melakukan komplain terhadap dirinya adalah Bupati Aceh Barat Daya (Abdya).

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas, Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat meninjau proyek multi year jalan penghubung lintas Gayo Lues dan Abdya Minggu malam (13/9/2020).

"Mohon maaf pak bupati, ini jujur saya sampaikan, Bahwa Bupati yang paling keras Komplain Saya Adalah Bupati Abdya kadang -kadang tidak bisa saya elak lagi," ujarnya tersenyum.

Sebagai contoh tambah Politisi Demokrat itu, Dirinya pernah diajak tengah malam untuk melihat kondisi jembatan Kreung Teukuh di Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Bate.

"Saya pernah di ajak Pak Akmal Ibrahim malam-malam sekira jam 9.00 WIB untuk melihat Jembatan Kreung Teukuh," imbuh Nova Iriansyah.

Padahal sambung Gubernur Aceh, saat itu, dirinya pulang dari Aceh Selatan dengan maksud singah di pendopo bupati Abdya untuk santai.

"Awalnya niat singgah untuk santai, tapi, tiba-tiba sudah dipaksa sama pak Akmal untuk pergi ke Kreung Teukuh, sehingga saya tidak bisa mengelak lagi," kata Nova Iriansyah sembari disabut tepuk tangan oleh masyarakat.

Meski demikian kata pria yang Akrab disapa Nova itu, dirinya banyak belajar dari bupati Abdya.

"Walaupun sering di komplain, tapi saya banyak belajar dari pak Akmal Ibrahim, meski secara umur tua saya dengan beliau," tuturnya.

Pak Akmal, lanjut Nova, disaat beliau jadi Bupati seperti Bupati, disaat beliau turun ke sawah ya seperti petani.

"Jadi cukup indah jika kita lihat Pak Akmal, tidak muluk-muluk, ada kala jadi bupati ada waktunya beliau jadi petani,"ulasnya.

Nah, kata Nova, Saya juga akan belajar demikian, sehingga jika suatu saat jadi rakyat biasa saya juga akan melakoni seperti itu, ikuti saja bagaikan air yang mengalir.

Lebih lanjut kata Gubernur Aceh, biaya pembangunan pabrik Kelapa Sawit (PKS) Abdya, telah di Anggarkan dan dirinya meminta doa dan dukungan dari semua pihak agar prmbanguna PKS bisa lakdanakan.

"Insya Allah dan mudah-mudahan awal bulan November PKS sudah mulai dikerjakan," demikian tutupnya.

Hadir dalam tijauan tersebut, 2 Anggota DPRA Aceh, Kadis PU Propinsi Aceh, Bupati Abdya Akmal Ibrahim, Ketua DPRK Abdya, Nurdianto, Ketua DPC Partai demokrat Abdya, Romi Syah Putra serta Forkopimda Abdya. (*)

Komentar

Loading...