Group WhatsApp Eks SMA Abdya Dipolisikan, Ini Penyebabnya

Group WhatsApp Eks SMA Abdya Dipolisikan, Ini Penyebabnya
AM (51) bersama saksi saat melaporkan group WA ke SPKT Polres Abdya, Senin (4/11/2019). |SEURAMOE/JULIDA FISMA.

"Seolah-olah group tersebut dibuat oleh pelapor karena logo grop itu adalah foto pelapor, padahal yang bersangkutan tidak mengetahui apa-apa tentang group WA tersebut,"

SEURAMOE BLANGPIDIE - Sebuah Grop WhatsApp (WA) yang beranggota Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) Abdya di Laporkan ke Pihak Kepolisian Kabupaten setempat. 

Informasi yang diperoleh Seuramoeaceh.com Senin (4/11/2019) menyebutkan, Group WA dimaksud dilaporkan ke pihak penegak hukum diduga mengadung konten pornografi.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basorik SIK nelalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH membenarkan, adanya pelaporan group WA tersebut.

"Benar, laporan yang kita terima terkait dugaan pencemaran nama baik," ujarnya.

Pria berpangkat perwira pertama tingkat satu itu menyebutkan, akun WA tersebut dilaporkan oleh salah seorang Warga Gampong Meudang Ara Blangpidie berinisial AM (51) yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"PNS berinisial AM ini melaporkan group tersebut, karena icon group dipakai foto pelapor oleh admin group tersebut," imbuh Iptu Zulfitriadi.

Dikatakan Kasat Reskrim, dalam percapakan group tersebut dikirim konten pornografi, sehingga anggota group alumni SMA Abdya itu banyak yang keluar.

"Seolah-olah group tersebut dibuat oleh pelapor karena logo grop itu adalah foto pelapor, padahal yang bersangkutan tidak mengetahui apa-apa tentang group WA tersebut," ujar Iptu Zulfitriadi.

Tambahnya, karena tidak terima dengan fotonya dijadikan logo Group WA, Wanita berinisial AM itu, melaporkan pembuat group dimaksud.

"Karena tidak terima, AM melapokan group tersebut atas dugaan pencemaran nama baik," ulas Iptu Zulfitriadi. 

Sambung Zulfitriadi, untuk terlapor saat ini masih dalam proses penyelidikan yang ditangani oleh Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Abdya, Brigadir Aulia Fallah.

Menurutnya, pelaku bisa dijerat dengan undang-undang nomor 19 tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

"Pelaku bisa dijerat dengan tindak pidana pencemaran nama baik dan untuk saat ini kita telah menyita barang bukti berupa satu buah android milik saksi," demikian Kasat Reskrim Polres Abdya. (*)

Komentar

Loading...