Ekonomi Minus, Indonesia Belum Resesi
Tamasia“Di kuartal III kita punya peluang kembali ke level positif setelah bergeraknya lagi aktivitas perekonomian dengan protokol adaptasi kebiasaan baru (AKB),” pungkasnya.
Ia juga mengatakan bahwa tidak hanya Indonesia yang mengalami pertumbuhan ekonomi negatif, melainkan beberapa negara seperti Uni Eropa yang mengalami kontraksi ekonomi hingga minus 14,4 persen, Singapura minus 12,6 persen, Amerika Serikat minus 9,5 persen, dan Malaysia yang mengalami minus 8,4 persen.
“Artinya kondisi kita relatif lebih dibandingkan dengan beberapa negara tersebut karena sejak awal Presiden memberikan arahan untuk melakukan program dan fasilitas yang sifatnya counter cyclical untuk mendorong ekonomi domestik khususnya konsumsi masyarakat sehingga tidak membuat ekonomi kita terkontraksi lebih dalam lagi,” tutup Arif.(**)










Komentar