Sebut Brigadir J Lecehkan Putri Candrawathi

Deolipa Akan Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan

Deolipa Akan Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan
Mantan pengacara Bharada E alias Richard Eliezer, Deolipa Yumara. Foto: Suara.com/M Yasir

SEURAMOEAceh l  Deolipa Yumara mantan pengacara Bharada E, akan menggugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke pengadilan.

Dikutip SeuramoeAceh.com dari Suara.com, gugatan itu bakal diajukannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (7/9/2022) lusa.

Kedua lembaga itu digugat karena menyebut kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi, diduga kuat dilakukan Brigadir Josua.

Deolipa menyatakan bahwa Komnas HAM dan Komnas Perempuan itu bukan lembaga pro justitia.

"Dia itu kan bukan lembaga pro justicial, dia ini lembaga negara, enggak boleh ngurus-ngurus masalah personal begini,” kata Deolipa kepada awak media, Senin (5/9/2022).

Menurut Deolipa, pernyataan kedua lembaga itu sangat berbahaya. Dikhawatirkan menimbulkan polemik di masyarakat.

"Dia juga melanggar prinsip kehati-hatian sebagai lembaga negara yang baik kan. Enggak boleh membuat statement berbahaya. Ini kan berbuat onar mereka ini," ujarnya.

Deolipa Yumara menjelaskan bahwa gugatan terhadap Komnas HAM dan Komnas Perempuan akan diajukan secara terpisah.

Sebelumnya, Komnas HAM telah merampungkan penyelidikan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Salah satu temuannya, terjadi kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

"Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada saudari PC (Putri Candrawathi)," kata Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara saat konferensi pers, Kamis (1/9/2022) lalu.

Dugaan kuat itu dinyatakan Komnas HAM berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Putri Cendrawathi bersama Komnas Perempuan.

Atas dugaan itu, Komnas HAM memberikan rekomendasinya ke Tim Khusus Polri untuk kembali mendalami pengakuan Putri.

Dijelaskan, dugaan kekerasan seksual yang dialami Putri, berbeda dengan laporan awalnya di Polres Metro Jakarta Selatan.

Laporan pertama disebut terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.

Sementara kasus yang dimaksud Komnas Perempuan dan Komnas HAM terjadi di Magelang pada Kamis 7 Juli 2022. (*)

Komentar

Loading...