Bupati Abdya : Wartawan Saat ini Sedang Menghadapi 'Tsunami' Beranulir

Bupati Abdya : Wartawan Saat ini Sedang Menghadapi 'Tsunami' Beranulir
Akmal Ibrahim SH. FOTO : SEURAMOE / JULIDA FISMA.

SEURAMOE BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) mengemukakan, untuk saat ini setiap wartawan baik Indonesia maupun di Dunia sedang menghadap situasi yang begitu keras atau 'Tsunami beranulir'.

Penyataan tersebut disampaikan Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH saat menjadi fanelis dalam pelatihan Wartawan di Abdya dengan materi bertajuk Tangung Jawab Pers yang diselengarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten setempat. Kamis (8/7/2021).

"Dulu wartawan adalah bisnis idealis meskipun yang dibisniskan itu pemikiran dan peristiwa tetapi keuntungan perusahaan pers saat itu cukup besar," imbuh Mantan Redpel Media Serambi Indonesi.

Karena tambah pria yang telah mengeluti dunia jurnalistik selama belasan tahun itu, Pers saat itu sedang memasuki masa ke emasannya.

"Kala itu Gaji wartawan tinggi, kesejateraannya juga tinggi karena untung perusahaannya besar," ujar Bupati Abdya.

Bahkan kata Parktisi hukum lulusan Universitas Siyah Kuala itu, banyak pihak menganggap Bisnis industri pers saat itu hampir tidak masuk akal.

"Bahkan ada aggapan bisnis pers saat itu dianggap gila, bagaimana tidak, pekerjaan harus instan, Cari berita hari ini, cetak hari ini semua harus selesai dalam sehari dan bersoknya keluar hanaya dua jam," tutur Akmal Ibrahim SH.

Seiring berjalannya waktu kata orang nomor satu Abdya, muncul 'Tsunami' pertama dengan maraknya Televisi swasta.

"Beruntungnya saat itu antara televisi dan media cetak masih bisa bersaing secara sehat," ungkapnya.

Namu kata Akmal Ibrahim untuk saat ini wartawan memang sedang menghadapi gelombang Tsunami beranulir yang persentasi penghasilannya sudah ditentukan oleh google.

"Menurut saya masa ke emasan media sudah terlewati, kini wartawan harus bekerja untuk google, persentasi pendapat sekali klik sudah ditentukan dengan nilai yang tidak begitu pantastis," ujarnya.

Lanjut Akmal Ibrahim, meski kesejateraan wartawan tidak seperti dulu, dirinya meminta kepada wartawan Abdya khususnya untuk tidak meninggalkan Dunia Pers.

"Teruslah bertahan di bawah 'reruntuhan' ini dengan tetap menyuarakan kebenaran dan wartawan harus memiliki usaha sendiri sebagai penompang ekonomi," tutupnya dihadapan semua wartawan Abdya.

Hadir dalam Acara tersebut Ketua PWI Abdya, Zainun Yusuf, Ketua DPW PWA Abdya, Suprian MS, Ketua Forja, Alman Sapriandi, Ketua FJA Abdya, Nazli dan Ketua Pers Teuku Peukan, Ali Akbar dan seluruh wartawan Abdya. (*)

Komentar

Loading...