Berlibur Sambil Berburu Giok di Sungai Sigersing Sultan Daulat

Berlibur Sambil Berburu Giok di Sungai Sigersing Sultan Daulat
Komonitas Gamestone berlibar sambil berburu batu akik di Sigersing |Foto: SEURAMOE/RINTO BERUTU

SEURAMOE
SUBULUSSALAM
- Mengisi libur akhir pekan, para pecinta
batu akik dari komunitas Gamestone kota Subulussalan kembali menjelajah areal
sungai bebatuan di desa Lae Sigersing Sultan Daulat untuk melepas hoby mengoleksi
batu akik.

Meski lokasi itu berada 30 kilo meter dari kota Subulussalam
atau 40 menit perjalanan melintas jalan bebatuan dan berdebu, tidak menjadi
halangan bagi mereka untuk mencari batu-batu bernilai seni dan ekonomis.

Pun demikian, walau melelahkan setelah menempuh perjalanan
panjang sarat resiko, tidak semua beruntung mendapatkan batu-batu cantik. Itu
sangat tergantung dari kelihaian individu untuk menemukan bongkahan giok.

Memang sungai Sigersing di Kecamatan Sultan Daulat menyimpan
beragam jenis batu akik indah. Bahkan kualitas batu akik di kawasan tersebut lebih
baik di bandingkan batu sejenis didaerah lain di Indonesia.

"Disini jenis batu yang banyak kita temukan jenis
batu Sulaiman, Pancawarna, Kecubung, Lumut, Fosil kayu dan hewan, Teratai, dan
jenis akik Gading,” kata Devo, kepada Seuramoeaceh.com, yang ikut dalam
rombongan.

Dalam perburuan pekan ini, Sekjen Gemstone itu menemukan
batu giok jenis baru di aliran sungai kecil itu. Batu panca warna dengan kilauan
kemerahan itu belum ditemukan sebelumnya.

"Diantara koleksi batu akik milik saya, penemuan
bongkahan ini paling berkesan bagi saya, karena batu seindah ini belum pernah
saya temukan," aku Devo.

Setelah break makan siang,  para anggota Gemstone yang berlibur sambil
memburu batu, memamerkan hasil temun masing-masing di tepi sungai. Menurut
mereka, berlibur itu tidak harus mahal. Yang penting bermanfaat dan tidak
merusak lingkungan. (Rinto Berutu)

Komentar

Loading...