Begini Penjelasan Imam Syafi’i Mengenai Anak Hasil Zina Jadi Imam Sholat

Begini Penjelasan Imam Syafi’i Mengenai Anak Hasil Zina Jadi Imam Sholatchannel4.com
Ilustrasi.

Syarat menjadi imam salah satunya harus mempunyai kapasitas ilmu yang tinggi dan juga bacaan yang baik. Namun kita juga harus melihat sisi personal si imam termasuk silsilah keluarganya, lantas bagaimana hukum menjadi iman bagi anak hasil perzinahan?

Imam Syafi’i dalam kitabnya berjudul Al-Umm menjelaskan, makruh hukumnya bagi anak hasil perzinahan untuk menjadi imam sholat.

Imam Syafi’i berkata: “Saya memakruhkan orang yang tidak diketahui siapa ayahnya untuk menjadi imam sholat. Karena posisi imam adalah posisi terhormat, meskipun kalau ada orang seperti itu yang menjadi imam, maka sholatnya sah dan sholat para makmumnya juga sah,”.

Beliau juga berkata: “Malik mengabari kami, dari Yahya bin Sa’id, bahwa seseorang mengimami orang banyak di Aqiq. Tetapi kemudian Umar bin Abdul Aziz melarang orang itu. Umar melakukan itu rupanya karena orang tersebut tidak diketahui siapa ayahnya,”.

Imam Syafi’i juga berpendapat bahwa makruh apabila imam sholat adalah seorang yang fasik atau pembuat bidah. Tetapi siapapun yang melaksanakan sholat dengan bermakmum kepada imam seperti itu, sholatnya tetap sah. Dan dia (si makmum tadi) tidak perlu mengulang sholatnya jika dia sudah melaksanakan sholat,”.

Komentar

Loading...