Ahok Ingin Menteri? Pakar Hukum: Tidak Memenuhi Syarat

Ahok Ingin Menteri? Pakar Hukum: Tidak Memenuhi Syarat
Ahok |Foto: IST

JAKARTA - Pakar Hukum
Tata Negara, Refly Harun mengatakan Ahok tidak dapat menjadi menteri karena
terganjal aturan Pasal 22 Ayat 2(f) UU nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian
Negara.

Pasal itu menyaratkan seseorang bisa jadi menteri jika
tidak pernah dipidana penjara dengan ancaman dengan pidana penjara 5 (lima)
tahun.

“Kalau menurut hukum positif ya tidak bisa,” ujar Refly
saat dihubungi Tempo Kamis 11 Juli 2019.

Refly menyampaikan penjelasan itu sehubungan dengan
kritik Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand
Hutahaean yang menuding Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kerap tampil di
hadapan publik karena ingin menjadi menteri.

Ferdinand melalui akun Twitternya @Ferdinand_Haean2
menuding Ahok kerap tampil sebagai manuver untuk mencari perhatian publik agar
menjadi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Apakah Anda @basuki_btp ingin jadi menteri
sehingga belakangan ini coba banyak manuver cari perhatian publik? Anda itu
mantan Gubernur, tunggu Anies (Baswedan, Gubernur DKI) selesai nanti pilkada
lagi silakan ikut," cuit Ferdinand mencuit Minggu (07/07/2019).

Ketika dikonfirmasi, Ferdinand mengatakan penilaiannya bahwa pria yang akrab disapa Ahok itu terlalu banyak bermanuver belakangan ini.

Dia mencontohkan kegiatan Ahok menjajal moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT), Sabtu 6 Juli 2019. Selepas naik MRT, Ahok juga berkunjung ke Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Ferdinand menilai kunjungan itu seakan Ahok masih merasa
dirinya pejabat yang meninjau proyek pemerintah. Ferdinand mengatakan tak elok
seorang mantan gubernur seolah mengkritik gubernur baru yang sedang bekerja.

"Ini soal fatsun, etika politik. Sabar dan biarkan
Gubernur bekerja."

Menurut Ferdinand, kegiatan-kegiatan itu seperti dijadikan manuver oleh Ahok untuk mencari perhatian publik dengan menunjukkan kemunculannya di panggung politik.

Dia pun menduga manuver itu menjadi upaya untuk masuk radar calon menteri di kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi di periode mendatang.

"Dalam rangka apa? Mungkin berharap jadi menteri karena sedang momen penyusunan kabinet. Itu yang saya lihat, tapi apakah itu benar? Hanya Ahok yang tahu," katanya. (VIC)

Komentar

Loading...