WALHI Aceh Minta Pembangunan PLTA Lae Souraya di Batalkan

WALHI Aceh Minta Pembangunan PLTA Lae Souraya di Batalkan
Ilustrasi. |Foto: Sindonew

SEURAMOE
SUBULUSSALAM
- Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik
Tenaga Air (PLTA) oleh PT Atmo Daya Energi dan PT Hyundai di aliran sungai Lae
Souraya, di Desa Pasir Belo Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam, telah
menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

WALHI Aceh dalam rilisnya yang diterima Seuramoeaceh.com Senin (1/7/2019) menilai, pembangunan PLTA berkapasitas 125 MW tersebut berpotensi merusak lingkungan karena berada dalam kawasan lindung.

Pihak perusahaan kini mengajukan perubahan zonasi ke Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam  dan Ekosisten (KSDAE) dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehuatanan dari zona inti ke zona khusus.

Yang pasti perubahan tersebut akan mengurangi kawasan hutan sebagai penyangga kehidupan dikawasan tersebut, apalagi kawasan tersebut masuk dalam Kawasan Ekosistem Lauser (KEL).

Hasil kajain WALHI Aceh, pembangunan PLTA tersebut tidak
termasuk dalam 24 rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga air Aceh
sebagaimana tercantum dalam pasal 23 ayat 3 poin d Qanun Aceh Nomor 19 Tahun
20183 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh tahun 2013-2033.

selain itu, PLTA tersebut juga tidak tercantum dalam
rekomendasi Daftar Potensi Proyek PLTA berdasarkan Masterplan of Hydro Power
Development  sebagaimana termaktub pada
hal III-19 Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL) – PT PLN tahun 2019-2028.

Berdasarkan kajian diatas WALHI Aceh menilai rencana pembangunan PLTA di aliran sungai Lae Souraya harus dibatalkan, WALHI Aceh juga menghimbau kepada PLT Gubernur Aceh dan para pihak terkait lainnya untuk tidak menerbitkan izin dan melakukan kajian ulang secara mendalam terhadap dampak buruk yang akan ditimbulkan akibat dari pembangunan PLTA Tersebut. (Rilis/Rinto Berutu)

Komentar

Loading...