STIT Muhammadiyah Abdya Wisuda 106 Sarjana

STIT Muhammadiyah Abdya Wisuda 106 Sarjana
Acara Wisuda ke VII Program Strata Satu (S1) STIT Muhammadiyah Abdya, yang berlangsung di Gedung Serba Guna SMA, Kompleks Pendidikan, Padang Meurante, Kecamatan Susoh, Abdya. Sabtu (6/4/2019) FOTO :SEURAMOE I JULIDA FISMA.

SEURAMOE BLANGPIDIE - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Abdya mewisuda 106 orang sarjana Manajemen Pendidikan Agama (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI) terdiri dari 25 laki-laki dan 81 perempuan dalam rapat senat terbuka ke VII (Tujuh) tahun akademik 2018-2019 yang berlangsung, Sabtu (6/4/2019).


BACA JUGA:

Ketua STIT Muhammadiyah Abdya, Mukhlis MS MA, dalam sambutannya menyampaikan, setelah beberapakali melalui proses pelaksanaan Wisudah, STIT Muhammadiya Abdya telah menghasilkan ratusan orang sarjana.

“Dari dulu hingga kini kita telah berhasil meluluskan sebanyak 793 orang sarjana dari Program Studi PAI 717 dan MPI 76 orang, semoga kehadiran alumni ini bisa berkontribusi dan bisa dirasakan kehadirannya oleh masyarakat,” ujarnya.

Pria yang saban disapa Ustad Muklis itu menjelaskan, Dua
belas tahun silam, STIT Muhammadiyah Abdya, mendapatkan izin oprasional oleh
Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia untuk
menyelegarakan Pendidikan S1.

“Almadulillah kita mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk bisa menyelengarakan Program PAI dan Program MPI, berdasarkan Surat Keputusan nomor 3656/1 Juli 2014,” imbuh Ketua STIT Muhammadiyah Abdya.

Takhanya disitu tambah Muchlis, pihaknya juga telah mencoba untuk menginisiasi hadirnya program studi agribisnis pada 2015 silam.

“Kita telah mencoba untuk menghadirkan program studi baru, namun hingga kini belum terealisasi sesuai dengan cita-tita Khususnya keluarga besar Muhammadiyah dan Masyarakat Abdya secara umum,” jelasnya.

Menurut Muchlis, Perguruan tinggi tidak lagi dilihat dari aspek mengahnya infrastrukur, banyaknya dukungan tetapi hanya dinilai dari keseimbangan semua aspek.

“Ditinjau dari Apek Akademis, Keuangan Sumber Daya Manusia, pengelolaan mahasiswa serta sarana dan prasarana,” paparnya.



Untuk mengelola hal tersebut sambung Muchlis bukanlah yang mudah tetapi dibutuhkan tekat dan semagat. “Alhamdulillah, STIT Muhammadiyah telah menjadi bagian dari hal tersebut karena telah diakreditasi sacara institusi dan prodi,” ujarnya.

Disamping itu kata Mukhlis,  wisuda bukanlah akhir
dari segala-galanya akan tetapi merupakan titik awal untuk pengabdian dalam
masyarakat untuk itu ia berharap kepada lulusan serjana untuk tidak merasa puas
dengan apa yang telah diraih saat ini, dan teruslah mengembangkan wawasan ke
ilmuan sekalipun sudah berada di luar kampus.

Ia berpesan, kepada seluruh Mahasiswa dan mahasiswi  untuk terus menjaga kehormatan dan namabaika almamater sebagai alumnus STIT Muhammadiyah Abdya, terus menjujung tinggi nama almamater dan memegang teguh janji wisudawan dan wisudawati yang telah di ikrarkan bersama untuk bisa diwujudkan dalam sikap dan prilaku  dalam kehidupan sehari hari.

“Pada saat saudara dilantik janganlah dilihat dari akhir dari proses pendidikan  namun sebagai awal  dari suatu tangung jawab  padiri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,”  demikian tutupnya.

Wisuda ke VII Program Strata Satu (S1) yang berlangsung di Gedung Serba Guna SMA Tunas Abdya, Kompleks Pendidikan, Padang Meurante, Kecamatan Susoh, turut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Aceh.

Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh Chalis, Ketua Badan Pengurus Harian STIT Muhammadiyah Abdya, Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, Drs Ridwan Adami, PW Muhammadiyah Aceh, Suardi Saidi, PD Muhammadiyah Abdya, Mismaruddin Mahdi, Perwakilan MPU Abdya, dan seluruh para undangan lainnya. (JULIDA FISMA)

Komentar

Loading...