Ini Tanggapan Kadisperindag Abdya Soal Tunggakan Restribusi Pasar Inpres Blangpidie

Ini Tanggapan Kadisperindag Abdya Soal Tunggakan Restribusi Pasar Inpres BlangpidieFoto : Facebook
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Abdya, Azhar Anis

SEURAMOE BLANGPIDIE - Pihak Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membenarkan adanya tunggakan senilai Rp100 juta lebih Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Restribusi Pasar Blangpidie.

Hal tersebut disampaikan Kadis Perindag Abdya, Azhar Anis saat menjawab wartawan seuramoeaceh.com via telpon selulernya Rabu (26/2/2020).

"Benar adanya tunggakan selama 14 bulan terhitung sejak bulan November 2018 hingga Desember 2020," ujarnya.

Tambahnya, tidak masuknya PAD dari restribusi pasar inpres blangpidie disebabkan tidak adanya setoran dari pihak pengelola.

"Kita sudah menegur dan mengingatkan ke pihak pengelola baik lisan maupun tulisan selama dua kali," imbuh Azhar Anis.

Namun sebut Azhar Anis, pihak pengelola sering berkilah dan mengulur waktu dengan berbagai alasan.

"Dalam setiap tunggakan, pihak pengelola akan membayar denda 3 persen begitu konsekuensi yang kita berikan, namun tetap saja begitu," tuturnya.

Untuk saat ini sebutnya, pihak dinas telah melakukan eksekusi dengan cara mengambil alih pengelola pasar inpres dengan bantuan pihak Satpol PP Abdya.

"Karena ada masalanya seperti itu kami sampaikan ke atasan sehingga untuk saat ini restribusi dibantu Satpol PP," ulas Azhar Anis.

Kedepan kata Kadisperidag Abdya, pihaknya akan memberikan kewenangan kepada pihak kecamatan dalam mengelola pasar inpres.

"Dalam waktu dekat ini semua pasar inpres yang ada di Abdya akan dikelola oleh masing-masing camat," demikian tutupnya. (*)

Komentar

Loading...