Fahri Hamzah: Ibrahim Pemuda Good Looking Lawan Raja Namrudz

Fahri Hamzah: Ibrahim Pemuda Good Looking Lawan Raja NamrudzFoto: Net
Fahri Hamzah

JAKARTA | Fahri Hamzah menyebut, negara sebelumnya percaya bahwa pikiran harus dikontrol sejak dini, sehingga  negara menentukan apa yang boleh dibaca dan apa yang boleh dikatakan.

Untuk mengontrol itu, kata Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu pemerintah kemudian menyelenggarakan penataran P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) sebagai alat kontrol.

"Ini yang boleh dan ini yang tidak boleh secara sepihak, Tapi kita telah hentikan kekeliruan itu," kata Fahri dalam keterangannya, Jumat (11/9/2020).

Padahal sebutnya, konstitusi telah mengatur perbedaan pendapat adalah sebuah keberkahan.

Sehingga negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk berserikat, berkumpul, menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan.

"Konstitusi kita sekarang percaya bahwa ide dan pikiran hanya bisa dilawan dengan ide dan pikiran," ujarnya.

Karena itu, Fahri menegaskan,  kekuasaan sebesar apapun tidak bisa memusnahkan pikiran. Sebab, pikiran selalu punya cara untuk menang di depan kekuasaan sebesar apapun.

Kata Fahri, kita sudah pernah dengar dalam sejarah pemuda Ibrahim di depan Raja Namrudz yang memberikan argumen pikiran melawan kekuasaan.

Sumber:Voa-Islam

Komentar

Loading...