Demi Melanjutkan Pendidikan, Risky Datangi Dinas Sosial Subulussalam

Demi Melanjutkan Pendidikan, Risky Datangi Dinas Sosial Subulussalam
Risky bersama ayahnya Bahrum Hamdani saat mendatangi Dinas Sosial Kota Subulussalam. | SEURAMOE/RINTO BERUTU

SEURAMOE SUBULUSSALAM- Risky Megana (8) penyandang disabilitas, warga desa Subulussalam Kota, didampingi orang tuanya Rabu (11/6/2019) mendatangi kantor Dinas (Dinsos) Sosial Kota Subulussalam.

Kedatangan Risky bersama ayahnya Bahrum Hamdani (38)
untuk menayakan langsung tindak lanjut dari permohonan mereka terkait biaya
pendidikan Risky ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Langsa.

Menurut Ayah Risky, beberapa waktu lalu ia telah
melayangkan surat permohonan biaya pendidikan anaknya ke Dinsos kota
Subulussalan, namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti.

"Saya bingung, Risky terus mendesak untuk sekolah
ke tingkat SD, dimana sebelumnya Risky bersekolah di salah satu PAUD di Subulussalam,"
tutur Bahrum.

Bahrum, menambahkan bahwa ia dan istrinya merasa bersalah
karena tidak mampu membiayai pendidikan anak pertamanya yang berkebutuhan
khusus, karena keterbatasan ekonomi.

"Seandainya anak saya diterima di SD biasa bukan SLB, kami mungkin mampu, meski ekonomi kami terbatas. Tapi karena harus sekolah ke luar daerah, kami tidak sanggub,” jelasnya memberi alasan kenapa ia meminta batuan pemerintah.



Sementara pihak Dinas Sosial Kota Subulussalam mengakui
bahwa mereka tidak mengetahui adanya permohonan dari Risky.

"Kadis lagi di Banda Aceh, saya baru disini dan
saya tidak tahu tentang berkas permohonan adik ini" kata Hendri, Kabid Rehabilitasi
Dinas Sosial Kota Subulussalam

Terpisah, Nobuala Halawa, Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perlindungan Anak dan Perempuan (Lampuan) Kota Subulussalam, menyesalakan sikap Dinas Sosial yang terkesan mengindahkan berkas permohonan Risky.



"Jika Pemerintah Kota Subulussalam tak mengubris
permohonan pendidikan buat Risky, kami siap mengatvokasi adik Risky sampai ke
tingkat kementerian." Tegas Alan sapaan Nobuala halawa. (Rinto Berutu)

Komentar

Loading...