Bukan Hanya Orang Tua Siswa, Guru Juga Menolak Full Day School

Bukan Hanya Orang Tua Siswa, Guru Juga Menolak Full Day School
Aksi demonstrasi menolak kebijakan Full Day School di depan kantor Gubernur Jawa Tengah tahun lalu. |Foto: TEMPO

SEURMOE
SUKA MAKMUE
- Keberatan terhadap penerapan full day school  (FDS) oleh Dinas Pendidikan Nagan Raya bukan
hanya dari wali murid, tapi juga dari kalangan guru.

Sejumlah guru SMP yang dihubungi Seuramoeaceh.com dalam sepekan terakhir mengaku kalau sekolah
sehari penuh itu tidak cocok diterapkan di Nagan Raya.

Soalnya kata mereka, Nagan Raya mengusung slogan Agama Tepeukong, itu kurang sejalan dengan program FDS. Bila agama ingin di perkuat, tentu ilmu agama diperbanyak.

Bagai mana agama diperkuat, kalau siswa sebagai calon
pemimpin masa depan tidak memiliki cukup waktu untuk belajar agama terutama
mengaji al-Quran.

“Bukankah dalam Islam sumber rujukan atau refrensi utama
itu adalah kitan suci al-Quran,” kata seorang guru yang keberatan identitasnya
disebutkan.

Sementara beberapa guru wanita memberi alasan lain kenapa
menolak FDS. Mereka khawatir waktu untuk mengurus anak dan suami terkuras di
sekolah.

Selain itu, dengan full day school mereka tidak lagi
bisa mengikuti kegiatan di masyarakat seperi Yasinan bergilir yang diadakan
setiap sore Jumat di desa mereka.

“Bila pulang pukul 4, pasti kami tidak bisa lagi
mengikuti yasinan. Itu bukan saja rugi secara agama, tapi secara sosial-pun
tidak diuntungkan karena silaturahmi sesama jadi terputus,” kata ibu guru yang
diamini oleh rekan-rekannya.

Menanggapi keberatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan
Nagan Raya Dr Harbiyah A Gani M.Pd menyatakan, dari hasil penelusuran Tim
Bimbingan Konsling, ternyata hanya segelintir guru dan orang tua yang menolak.

“Kalau menolak kebijakan bersama bahaya guru tersebut,”
kata Harbiyah melalui pesan WhatsApp kepada Seuramoeaceh.com Sabtu (03/08/2019)
kemarin.

Kasihan lagi tulis Harbiyah, guru yang menolak justru
guru yang selama ini jam (mengajar) saja kurang. (seharusnya) yang wajib 24 jam
dalam seminggu karena sudah sertifikasi. (RED)

Komentar

Loading...