Baku Tembak Meletus di Aceh Timur, Pimpinan KKB Tewas

Baku Tembak Meletus di Aceh Timur, Pimpinan KKB Tewas
Ilustrasi |Foto: Kumparan/Pixabay

SEURAMOE
BANDA ACEH
– Personel Polda Aceh menangkap kelompok kriminal
bersenjata (KKB) di Desa Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten
Aceh Timur, Rabu malam, 24 April 2019.

Dalam penangkapan itu, sempat terjadi kontak tembak
antara KKB dan kepolisian selama 45 menit. Namun, KKB yang berjumlah tiga orang
itu menyerahkan diri, karena pimpinannya tewas akibat luka tembak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polisi Daerah Aceh
Komisaris Besar Polisi Agus Sarjito mengatakan, kasus itu berawal dari
informasi masyarakat, bahwa ada keberadaan kelompok ini di sebuah rumah warga
di Peureulak, Aceh Timur.

Mengetahui hal itu, tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur melakukan upaya penangkapan terhadap pimpinan KKB. Dalam penangkapan tersebut, kelompok ini melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas. Namun, kepolisian berusaha mengimbau agar kelompok kriminal bersenjata menyerahkan diri.



“Mereka tidak menghiraukan, sehingga terjadi kontak
senjata selama 45 menit antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan
petugas kepolisian,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis, 25 April 2019.

Kontak senjata itu menyebabkan pimpinan KKB yang bernama
Nasir Agung (45) mengalami luka tembak di dada sebelah kiri dan meninggal dunia
saat dilarikan ke rumah sakit. Nasir Agung tercatat sebagai napi yang
kabur dari lapas Lhokseumawe.

"Nasir Agung merupakan pimpinan kelompok kriminal
bersenjata (KKB) di wilayah Aceh Timur dan merupakan DPO Polres Lhokseumawe
karena melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan," ujar Agus.

Polisi juga menangkap seorang anggota KKB bernama Mahdi
(34), kemudian satu orang lainnya berhasil melarikan diri atas nama Sofyan
alias Apuy.

Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga pucuk senjata
api laras panjang jenis AK 56 dan 47.400 butir peluru, satu buah tasbih dan dua
lembar surat aturan tentara mujahidin. (viva)

Komentar

Loading...