Akmal Ibrahim "Abdya Kabupaten di Indonesia yang Menang Melawan Perusahaan"

Akmal Ibrahim "Abdya Kabupaten di Indonesia yang Menang Melawan Perusahaan"SEURAMOE | JULIDA FISMA
Bupati Abdya Akmal Ibrahi bersama wartawan Abdya dalam kegiatan cofee morning. Jum'at, (23/10/2020).

SEURAMOE BLANGPIDIE - Sungguh diluar dugaan, ternyata fase perjuangan yang di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ternyata membuahkan hasil yang cukup gemilang.

Bagaimana tidak, buah keberhasilan yang saban waktu disuarakan di tingkat senayan oleh pemerintah dan DPRK Abdya sebentar lagi akan di nikmati oleh kalangan masyarakat yang berdomisili di kabupaten yang berjulukan nagari sigupai.

Selidikpunya selidik, ternyata Proyeksi Lahan HGU PT Cemerlang Abadi seluas 2800 hektar tidak saja dirasakan oleh person masyarakat semata, akantetapi mengalir ke Hafiz Qur'an, Mesjid, Ormas, mantan Kombatan GAM hingga ke pemerintah tingkat Desa.

"Lahan ini wacananya akan kita bagikan ke Masyarakat Abdya, Mesjid, Organisai Kemasyarakatan (Ormas) Desa hingga Mantan Kombatan GAM,"  ujar Bupati Abdya, Akmal Ibrahim dalam acara cofee morning dengan wartawan, Jum'at (23/10/2020).

Menurut orang nomor satu di Abdya itu, keberhasilan pemerintah Abdya dalam memenangkan gugatan HGU PT CA merupakan, sejarah di Indonesia, karena kata Akmal Ibrahim, belum ada pemerintah daerah melawan gugatan perusahaan.

"Cuma Kabupaten Abdya yang menang melawan sengketa lahan perusahaan di indonesia, di daerah lain belum pernah," tutur pria yang pernah menjalani dunia jurnalistik selama 18 tahun itu.

Wartawan senior itu juga menuturkan bahwa lahan bekas HGU PT CA tersebut akan dibagikan untuk masyarakat dan sejumlah organisasi keagamaan di Abdya itu terdiri 900 hektar untuk plasma dan 1.960 hektar Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

“Saya tidak ambil tanah bekas HGU ini, karena Alhamdulillah, tanah milik juga masih luas bahkan tanah yang ada di Kecamatan Lembah Sabil dan Tangan-Tangan saya bagikan kepada masyarakat miskin,” ujarnya

Disamping untuk organisasi keagamaan, bupati  juga berwacana tanah bekas HGU PT CA yang perkara gugatan telah ingkrah ditingkat Mahkamah Agung (MA) tersebut akan diberikan untuk seluruh desa di kabupaten Abdya.

 “Saya juga berwacana bahwa tanah ini akan kita berikan untuk 152 desa yang nantinya akan dikelola oleh BUMG masing-masing, sehingga kedepan semua desa di kabupaten ini memiliki aset dan sumber pendapatan setiap bulannya,” demikian Akmal Ibrahim.(*)

Komentar

Loading...