200 Prajurit Azerbaijan Tewas Kena Jebakan Tentara Bayaran Armenia

200 Prajurit Azerbaijan Tewas Kena Jebakan Tentara Bayaran ArmeniaIlustrasi
Kendaraan lapis baja militer Azerbaijan hancur. Foto : RT.com

SEURAMOE LUAR NEGERI-Kementerian Pertahanan Armenia kembali mengklaim telah berhasil memukul mundur pasukan militer Azerbaijan, dalam pertempuran yang meletus di Nagorno-Karabakh. Bahkan kabarnya, ratusan tentara Azerbaijan tewas dihujani serangan artileri berat pasukan Armenia.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari RT.com, adalah Pasukan Pertahanan Artsakh (Nagorno-Karabakh) yang menghabisi nyawa 200 tentara Azerbaijan. Dalam keterangannya, juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, membenarkan keberhasilan kelompok tentara bayaran itu.

Operasi Kuda Putih, TNI Berhasil Lucuti 32 Senjata Milisi Afrika
Dengan menggunakan taktik perangkap, pasukan Artsakh disebut pura-pura mundur meninggalkan garis depan. Sesaat setelah pasukan Azerbaijan memasuki wilayah kosong, pasukan Artsakh pun melancarkan serangan dengan menggunakan senapan dan artileri berat.

Alhasil, sejumlah unit kendaraan tempur Azerbaijan diklaim hancur. Sementara itu, 200 prajurit Azerbaijan tewas akibat serangan tersebut.

Peristiwa ini adalah yang kedua diklaim Armenia sebagai serangan efektif setelah aksi di kota Azerbaijan, Ganja, Terter, dan Horadiz. Tepatnya Minggu 4 Oktober 2020, pasukan Armenia menembakkan sejumlah roket ke tiga kota tersebut dan menewaskan seorang warga sipil.

"Saat ini Angkatan Bersenjata Armenia melancarkan serangan roket ke kota Terter dan kota Horadiz di wilayah Fizuli dari wilayah Khankendi. Tentara Azerbaijan mengambil tindakan pembalasan yang memadai terhadap serangan musuh," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Azerbaijan dikutip VIVA Militer dari Sputnik News,

Khusus untuk Ganja, kota ini jadi sasaran lantaran diyakini Armenia sebagai basis pasukan Turki. Dalam berita VIVA Militer, 30 September 2020, dua unit pesawat tempur Sukhoi Su-25 militer Armenia dikabarkan ditembak jatuh oleh F-16 Angkatan Udara Turki (THK). 

Sebelum insiden tersebut, Kementerian Pertahanan Armenia mengaku telah mengetahui pergerakan jet-jet tempur Turki dari Bandara Internasional Ganja, pada 25 September 2020. (*)

Sumber:viva.co.id

Komentar

Loading...