Kades Batu Mbulan Baru Agara Diduga Selewengkan Pupuk Bersubsidi

Kades Batu Mbulan Baru Agara Diduga Selewengkan Pupuk Bersubsidi
Kios penjualan pupuk. |Foto: SEURAMOE/ANDRI

SEURAMOE KUTACANE – Dianggab “semena-mena”
dalam memimpin, warga Desa Batu Mbulan Baru Kecamatan Babussalam, Aceh Tenggara
(Agara) mendesak Khairuddin untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Desa.

Menurut sejumlah warga, salah satu contoh kesewenang-wenangan Khairuddin
terlihat dari dikeluarkan daftar nama penerima pupuk bersubsidi di desanya, padahal
dalam aturan tidak ada wewenang Kades mengatur proses penerima pupuk subsidi.

Jeri Alastra salah seorang warga mengatakan, informasi dari Dinas Pertanian, Desa Batu Mbulan Baru mendapat jatah sebanyak 40 sak pupuk subsidi untuk kelompok tani, namun data penerima pupuk subsidi di manipulasi oleh Khairuddin.

“Tapi dari daftar yang dikeluarkan Kades, penerima pupuk bersubsidi adalah orang-orang yang tidak memiliki lahan pertanian dan tidak termasuk kedalam kelompok tani,” kata Jeri kepada Seuramoeaceh.com, Minggu (20/10./2019).

Ini terbukti ketika salah seorang petani hendak membeli jatah pupuk ke UD
Cahaya Tani, namun pemilik kios menolak memberikan pupuk bersubsidi karena nama
warga tersebut tidak tercantum didalam daftar yang diberikan oleh Khairuddin
kepada UD. Cahaya Tani.

“Padahal warga tersebut adalah petani dari Desa Batu Mbulan Baru dan juga
ikut tergabung didalam kelompok tani Sepenanggungan dan Tani Jaya desa tersebut,”
tambah Jeri.

Bahkan dari data yang diterima oleh Seuramoeaceh.com ada beberapa nama
penerima pupuk subsidi atas rekomendasi Kades bersetatus pegawai negeri
sipil bahkan Khairuddin sendiri masuk dalam daftar penerima pupuk bersubsidi
padahal ia tidak memiliki lahan.

Karena itu, warga Batu Mbulan Baru meminta pihak berwajib mengusut kasus
dugaan peneyelewengan pupuk bersubsidi yang diduga melibatkan Kepala Desa

Hingga berita ini diturunkan, Seuramoeaceh.com telah berusaha menghubungi
Kades Batu Mbulan Baru, Khairuddin tapi belum berhasil. (Andri)

Komentar

Loading...