Hong Kong Tangkap 10.000 Orang Atas Tuduhan Melakukan Kerusuhan Sosial

Hong Kong Tangkap 10.000 Orang Atas Tuduhan Melakukan Kerusuhan SosialFoto : Net.
Massa pengunjuk rasa bereaksi setelah polisi Hong Kong mulai menembakkan gas air mata dalam aksi menentang UU Ekstradisi, Rabu (12/6/2019).(AFP / ANTHONY WALLACE.

SEURAMOE LUAR NEGERI - Sebanyak 10.039 orang ditangkap terkait apa yang mereka sebut sebagai kerusuhan sosial di Hong Kong selama periode 9 Juni 2019-30 September 2020.

Di antara mereka yang ditangkap itu, terdapat 2.266 orang dijerat pidana karena melakukan kekacauan, berkumpul secara ilegal, dan kepemilikan senjata, demikian Kepolisian Hong Kong, Jumat (9/10).

Dari 635 pelaku kerusuhan, sebanyak 532 orang di antaranya menerima hukuman setelah menjalani proses peradilan. Polisi Hong Kong seperti diberitakan sejumlah media di China menegaskan bahwa selama wabah Covid-19, masyarakat tidak hanya diwajibkan menjaga jarak sosial, melainkan juga menghindari perbuatan kejahatan.

Pemerintah Hong Kong (HKSAR) pada Selasa (6/10) memutuskan perpanjangan kebijakan pengaturan jarak fisik selama sepekan hingga 15 Oktober di tengah kekhawatiran kemungkinan memburuknya wabah Covid-19 di kalangan masyarakat lokal. Pembatasan tersebut di antaranya larangan berkumpul lebih dari empat orang dan kewajiban mengenakan masker di dalam ruangan dan angkutan publik.(*)

Komentar

Loading...