Diduga Ada Pengutan Liar Pada Kios Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Diduga Ada Pengutan Liar Pada Kios Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Kios penjualan pupuk. |Foto: SEURAMOE/ANDRI

SEURAMOE KUTACANE – Diduga oknum Balai
Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), melakukan
pungutan liar (Pungli) pada pemilik kios pengecar pupuk bersubsidi.

Menurut sumber Seuramoeaceh.com, besaran kutipan tersebut bervariasi. Dari
Rp 600 hingga Rp 800 ribu, tergantung dari dari jumlah tonase pupuk yang
dipasok atau diedarkan oleh masing-masing kios.

Salah seorang pemilik kios kios menyebutkan, ia menerima pupuk urea
bersubsidi sebanyak 30 ton atau 600 sak sesuai dengan Rencana Definitif
Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan dikutip uang sebesar Rp 600 ribu.

Para pemilik kios yang mendapat jatah pupuk lebih banyak yaitu sampai
dengan 800 sak, itu dikutip sebesar Rp 800 ribu. Tentu ini membuat sejumlah
kios pengecer pupuk bersubsidi resah.

Alasan pengutipan itu menurut beberapa pengecer pupuk bersubsidi sebagai
jerih payah oknum tersebut yang mengurus dan melobi Dinas Pertanian. “Itu
sebagai uang jerih-payahnya,” aku pemilik kios kepada Seuramoeaceh.com, Kamis
(17/10/2019).

Ketika dikonfirmasi melalui seluler pada Kamis (17/10/2019), oknum tersebut
membantah keras bila dirinya dituding melakukan pengutipan. “itu tidak benar,”
katanya kepada Seuramoeaceh.com, melalui HP.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Aceh Tanggara, H. Asbi SP saat dihubungi Seuramoeaceh.com,
melalui telepon sululer mengaku sama sekali tidak mengetahui perihal pengutipan
yang dilakukan oleh pihak BPP Kecamatan Lawe Sumur. (Andri)

Komentar

Loading...