Aksi Bejad Tiga Pria

Begini Detik-detik Wanita Diperkosa di Depan Pacar

Begini Detik-detik Wanita Diperkosa di Depan Pacar
Ilustrasi pemerkosaan dengan kekerasan |FOTO: SUARA.COM

SEURAMOE LHOKSEUMAWE | Boleh dibilang tiga pria asal Kecamatan Banda Sakti Lhoseumawe ini kejam dan biadab.

Betapa tidak, setelah mengilir A (21), lalu mereka minta uang tutup mulut kepada pacar korban sebesar Rp4 juta.

Peristiwa ini terungkap dalam koferensi pers yang dilaksanakan Polres Lhokseumawe di Mapolres setempat.

Ketiga pelaku yakni S (25) MFI (26) dan DS (31) warga Kecamatan Banda Sakti sudah diamankan.

“Ketiga pelaku sudah kitan amankan,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dalam jumpa wartawan.

Ia menjelaskan, kasus ini bermula saat korban dan YD jalan-jalan ke Batuphat Muara Satu dengan sepeda motor.

Di jalan, ban sepeda motor mereka kempes. Di TKP tidak ada tukang tambal, YD menghubungi rekannya untuk menjemput.

Lalu mereka singgah di warung bakso kawasan Uteun Bayi Kecamatan Banda Sakti dengan maksud menitip sepeda motor.

“Di warung itu korban numpang ke kekamar mandi buang air kecil,” ujar Kapolres menjelaskan kronologis kejadian.

Tiba-tiba lanjut Kapolres, ketika korban di kamar mandi, S, DS dan MFI datang ke warung bakso tersebut.

DS langsung ke kamar mandi mencari korban. Dua pelaku lain berada diluar mengintrogasi YD, teman korban.

“Di kamar mandi diduga DS memperk*sa korban dengan ancaman pisau,” ungkap AKBP Eko Hartanto.

Usai DS menodai mahasiswi itu, hal sama menyet*buhi korban juga dilakukan S dan MFI hingga korban lemas.

Setelah melampiaskan nafsu iblis-nya, ketiga pelaku mengizinkan korban dan temannya pergi meninggalkan TKP.

Dilain sisi, teman korban meminta ketiga pelaku tidak memperpanjang persoalan ini agar tidak diketahui orang.

Mereka setuju dengan syarat diberi uang ‘uang tutup mulut’ Rp4 juta. Sebagai jaminan pelaku mengamil handphoen milik YD.

Atas perbuatannya ketiga pelaku terancam hukuman cambuk 45 kali atau denda 450 gram murnia atau penjara 45 bulan.

"Para pelaku dijerat Pasal 46, Pasal 48 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat,” tugas AKBP Eko Hartanto. (*)

Komentar

Loading...