Tolak Tambang, Kombatan Geruduk Kantor DPRK Nagan Raya

Tolak Tambang, Kombatan Geruduk Kantor DPRK Nagan Raya
Masyarakat Nagan Raya yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bersatu Tolak Tambang atau Kombatan berunjuk rasa didepan kantor dewan setempat Senin 15 Oktober 2018. |Foto: Seramoe/Firdaus NB

SEURAMOE SUKAMAKMUE – Aksi penolakan terhadap PT Emas Mineral Murni (PT EMM)  terus belanjut. Senin (15/10/2018), berbagai elemen warga berunjuk rasa didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya.

Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bersatu Tolak Tambang (Kombatan) menyatakan penolakan dan meminta pemerintah untuk mencabut izin perusahaan pertambangan tersebut.

Massa dari beberapa lembaga, organisasi, mahasiswa dan aktivis lingkungan hidup dalam orasinya selain mengecam keras atas proses perizinan tambang PT EMM, juga mengancam akan bertahan digedung dewan bila pemerintah dan anggota dewan tidak menemui mereka.

“Kita akan bertahan disini sebelum pemerintah dan DPR menemui kita,” teriak seorang orator yang disambut “setuju” oleh peserta aksi.

Tapi hasil pantauan Seuramoe, hingga peserta aksi membubarkan diri ditandai dengan pembacaan doa, Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham, atau yang mewakili pemerintah tidak tampak menemuai massa.

Begitupun dengan Ketua DPRK Nagan Raya, Hj Kelimah S.Sos, juga tidak hadir. Massa hanya ditemui Wakil Ketua DPRK Samsuardi, SH, beberapa nggota DPRK seperti Teuku Cut Man, SE, Drs Khalidi dan beberapa anggota lainnya.

Aksi penolakan terhadap PT EMM di Nagan dan Aceh Tengah memang cukup keras. Bukan hanya warga Beutong Ateuh, tapi sejumalah lembaga, organisasi, aktivis lingkungan, mahasiswa termasuk para politisi menyatakan penolakan dengan berbagai alasan.

Kerusakan lingkungan dan potensi menimbulkan bencana adalah alasan paling mengemukan. Selain itu, tidak memberi manfaat bagi warga dan daerah serta tergusurnya makam syuhada/aulia adalah alasan lain dari penolakan itu. (*)

Rubrik:Nagan Raya

Komentar

Loading...