Tinjau Vaksinasi PMK di Aceh Jaya, Sekda Aceh Apresiasi Tim Vasinator

Tinjau Vaksinasi PMK di Aceh Jaya, Sekda Aceh Apresiasi Tim Vasinator
Ketua Satgas PMK Aceh dr, Taqwallah, M.Kes di dampingi Kadis Peternakan Aceh Zalsufran, ST,M.Si, Kalak BPBA Dr.Ir.Ilyas, MP serta Tim Satgas PMK Aceh Jaya Meninjau pelaksanaan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gampong Padang Datar, Kecamatan Krung Sabee, Minggu (31/7/22)

SEURAMOE CALANG - Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, selaku Ketua Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mengapresiasi para vaksinator PMK yang telah bekerja cukup baik dalam upaya melindungi ternak warga dari penyebaran virus PMK di Aceh.

“Tugas bapak dan ibu vaksinator sangat mulia, karena apa yang bapak dan ibu lakukan adalah suatu upaya untuk menyembuhkan dan melindungi ternak masyarakat peternak dari inveksi PMK,” ujar Taqwallah, saat beekunjung ke salah satu kandang sapi milik warga, di Gampong Padang Datar Kecamatan Krueng Sabee, Minggu (31/7/2022).

“Alhamdulillah, di Aceh Jaya sudah 100 persen tersalurkan vaksinnya, dari total 1000 dosis yang telah dikirimkan beberapa waktu lalu,” imbuh Taqwallah.

Drh Helfani, salah seorang vaksinator menjelaskan, sebagai upaya melindungi ternak dan melokalisir penyebaran PMK, pihaknya bahkan sudah memberlakukan lockdown ternak.

“Alhamdulillah, tidak ada masyarakat yang menolak Pak, kita sudah membuka posko dan masyarakat antusias datang mendaftarkan hewannya untuk divaksin PMK. Pada beberapa lokasi kita juga memberlakukan lockdown. Ternak warga tidak dikeluarkan dari kandang. Jadi, segala aktifitas hewan ternak warga semuanya di kandang,” ujar Helfani.

Sementara itu, saat berkunjung ke salah satu lokasi peternakan sapi warga di Gampong Liceh Kecamatan Bubon Kabupaten Aceh Barat, Sekda mengimbau para tenaga keswhatan hewan untuk memetakan potensi yang dapat memperlambat proses vaksinasi PMK.

“Cara kerja harus terukur, efektif dan efisien. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing, petakan kendala yang mungkin terjadi di lapangan. Misalnya penolakan atau apa saja. Dengan demikian, sejak awal kita sudah mengetahui potensi masalah, jadi kita akan lebih awal merumuskan upaya penyelesaiannya,” kata Taqwallah berpesan.

Di Aceh Jaya, dari total 1000 vaksin PMK yang telah disalurkan, sebanyak 594 telah disuntikkan ke ternak warga, 6 dosis rusak dan sisanya masih terus dilakukan upaya vaksinasi. Sesuai target, vaksinasi PMK si seluruh Aceh akan selesai pada tanggal 3 Agustus mendatang.

Kepada para pemangku kebijakan terkait, Sekda juga menyarankan untuk membangun koordinasi lintas kabupaten/kota terdekat agar vaksinasi PMK ini berjalan lebih cepat dan lebih baik lagi.

“Kita ketahui bersama, kita kekurangan tenaga vaksinator PMK. Jadi, jika di daerah lain ada yang telah menyelesaikan vaksinasinya, bisa saja kita saling bantu, agar vaksinasi selesai sesuai target dan ternak warga pun terlindungi,”

Sementara itu, di Nagan Raya, dari total 1000 vaksin yang sudah disalurkan, sebanyak 144 dosis sudah disuntikkan ke ternak warga. Kepada para vaksinator, Sekda berpesan agar bekerja sebaik mungkin agar vaksin tergunakan secara efektif.

“Berbeda dengan vaksin covid-19 satu vialnya 10 dosis, vaksin PMK 1 vialnya 100 dosis, maka butuh kerja ekstra dari vaksinator dan petugas lainnya untun mensosialisasikan pentingnya vaksinasi PMK ini agar virus ini tidak menyebar ke ternak warga,” kata Sekda.

Untuk diketahui bersama, pada pelaksanaan vaksinasi PMK ini, Aceh Jaya diperkuat dengan 26 orang vaksinator, Aceh Barat 28 valsinator dan Nagan Raya dengan 15 orang vaksinator.

“Terima kasih, pekerjaan bapak-bapak adalah pekerjaan mulia, karena vaksinasi ini adalah upaya untuk melindungj ternak warga. Terus berdo’a dan berusaha agar upaya kita memasifkan vaksinasi PMK ini dimudahkan oleh Allah.(**)

Komentar

Loading...