Terminal Tipe B Senilai 26 M Di Nagan Raya Terbengkalai

Terminal Tipe B Senilai 26 M Di Nagan Raya Terbengkalai
Beginilah kondisi Terminal Tipe B Nagan Raya. |Foto: SEURAMOE/DARMAWAN

Bus antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan pun tidak terlihak masuk ke terminal.

SEURAMOE SUKA MAKMUE - Terminal bus antar kota dalam provinsi (AKDP) Nagan Raya di Desa Ujong Fatihah Kecamatan Kuala kini terbengkalai tak terawat. Bahkan pagar dan seluruh bangunan telah ditumbuhi semak belukar.

Pantauan Seuramoeaceh.com, Kamis (07/11/2019) Terminal Tipe B tersebut kini lumpuh total. Tidak ada tanda-tanda adanya aktiftas layaknya terminal pada biasanya.

Bus antar kota dalam provinsi, angkutan kota dan angkutan pedesaan pun tidak terlihak masuk ke terminal.

Bangunan induk terminal dan loket yang disediakan untuk perusahaan angkutan menjual tiket sudah tidak digunakan.

Kondisi pintu gerbang terminal di sisi kiri dan kanan bangunan induk sudah rusak serta mulai di tutupi semak-semak.

Menurut warga setempat, beberapa waktu lalu ketika Kepala Dinas Perhubungan di jabat John Merly Betra, terminal tersebut hidup dan ramai disinggahi mobil mobil angkutan dari Banda Aceh, Meulaboh, Tapak Tuan dan Medan begitupun sebaliknya.

“Tapi kini terminal sudah tidak lagi berfungsi dan mobil-mobil tidak ada lagi masuk terminal,” aku seorang warga setempat.

Kadis Perhubungan Nagan Raya H. Wahidin SE yang dihubungi Seuramoeaceh.com, Kamis (07/11/2019) mengatakan bahwa status terminal Tipe B itu dibawah kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi.

“Dishub Kabupaten cuma bisa mengawal, selebihnya kewenangan Provinsi. Karena terminal Tipe B melayani kendaraan umum angkutan antar kota dalam provinsi yang dipadukan dengan pelayanan angkutan perkotaan atau angkutan perdesaan,” jelas Wahidin.

Ia mengakui kalau terminal tersebut sempat beroperasi dan dihentikan tahun 2017,  karena pembangunan terminal dianggap tidak layak dan juga belum serah terima antara Provinsi dengan Kabupaten.

“Biaya pembangunan terminal tersebut Rp 26 miliyar dari APBN. Tapi terminal tersebut tidak layak operasi, karena itu tahun 2020 gedung akan dibongkar dan dibangun dengan model terpadu yang memang vasilitas lengkap,” ujarnya. (*)

Komentar

Loading...