Terkait Limbah PT BSP, Bupati: Bila Perlu Saya Akan Turun Langsung

Terkait Limbah PT BSP, Bupati: Bila Perlu Saya Akan Turun Langsung
Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham SE. | SEURAMOE/Doc

SEURAMOE SUKA MAKMUE - Terkait limbah PT BSP di desa Babah Dua, Tadu Raya, Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup turun kelapangan mengeceknya.

“Bila perlu saya sendiri akan turun,” kata Bupati. Penegasan itu disampaikan dalam menjawab pertanyaan wartawan terkait limbah PT BSP dalam acara kopi bersama wartawan Rabu (24/10/2018).

Menurut Bupati, persoalan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Nagan Raya memang banyak persoalan. Salah satunya terkait adanya persyaratan setiap PKS harus memiliki kebun sendiri.

Selain itu tambah Bupati, dalam ketentuan PKS tidak boleh berada dalam lingkungan atau dekat dengan lokasi hunian masyarakat. Jaraknya harus 3 Km dari tempat tinggal warga.

“Kenyataanya ada PKS yang jaraknya hanya 100 atau 200 meter dari hunian warga. Ini persoalan sebetulnya,” tegas Bupati.

Dalam kontesk ini, Bupati mengaku ada dilema. Soalnya dia juga paunya PKS. Tapi Bupati mengklaim kalau PKS miliknya telah mengikuti berbagai ketentuan. Dalam hal limbah, Bupati mempersilahkan wartawan mengeceknya.

“PKS saya jauh dari hunian warga. Mengenai limbah boleh sama-sama kita cross chek, pakiban ata lon pakiban ata gob (bagaimana punya saya, begitu punya orang),” pungkas Bupati.

Merespons pernyataan Bupati, warga Babah Dua menyambut gembira. Warga siap memberikan bukti berupa video dan gambar limbah yang di buang ke Krueng Trang termasuk bukti surat pernyataan Direktur Utama PT BSP yang dibuat diatas akte notaris.

“Kami siap memberi bukti video, gambar dan lokasi saluran dan tempat pembuangan limbah,” janji seorang warga. (*)

Rubrik:Nagan Raya

Komentar

Loading...