Tahun 2018, Kasus Narkoba di Aceh Utara Meningkat

Tahun 2018, Kasus Narkoba di Aceh Utara Meningkat
Kasatres Narkoba Polres Aceh Utara AKP Ildani Ilyas |Foto: Tribatanews

SEURAMOE LHOKSUKON – Kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Aceh Utara tahun ini mengalami peningkatan hingga 35{0f60ad9132c3e0215b9d4d95fce70c5fc1b55021c3329fc760dd0e0765c0bfcc} di bandingkat tahun lalu.

Dari Januari hingga September 2018, polisi berhasil pengungkap 97 kasus, 166 orang dijadikan tersangka, dan barang bukti berupa 325,32 gram sabu dan 13.002,74 Gram ganja.

Dikutib dari Wibsite resmi Polres Aceh Utara, kasus narkoba jenis sabu masih mendominasi kasus penyalahgunaan narkotika. Tercatat dari 97 kasus yang diungkap, 86 merupakan kasus sabu, sisanya 11 kasus ganja dan 1 kasus ekstasi.

Kecamatan Jambo Aye dan kawasan perbatasan Kabupaten merupakan merupakan daerah rawan pengedaran serta penggunaan nerkotika dan dijadikan titik merah oleh pihak kepolisian.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas mengatakan, Kecamatan Jambo Aye dan perbatasan Kabupaten adalah daerah titik merah.

“Luasnya wilayah membuat banyak pengedar dan pengguna melakukan di wilayah itu,” kata Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas, Sabtu (6/10/2018).

Menurut data, usia para pengguna dan pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Aceh Utara antara 25 hingga 40 tahun,  usia 17 hingga 20 tahun hanya berkisar 2{0f60ad9132c3e0215b9d4d95fce70c5fc1b55021c3329fc760dd0e0765c0bfcc}.

“25 tahun ke atas itu kebanyakan yang cari nafkah dengan cara instan, sebagian juga sudah menjadi konsumen. Kalau 25 tahun ke bawah kita dapati mereka hanya coba-coba, untuk barang bukti juga tergolong kecil,” tambah Ildani.(*)

(SRM/TBT)

Komentar

Loading...