Soal Limbah Medis, Anggota Dewan Abdya Sebut Pihak Puskesmas Belum Taati Aturan

Soal Limbah Medis, Anggota Dewan Abdya Sebut Pihak Puskesmas Belum Taati AturanIstimewa
Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ikhsan saat meninjau lokasi pembuangan limbah medis di Puskesmas Babahrot, Rabu (15/1/2020)

SEURAMOE BLANGPIDIE - Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), menilai pihak Puskesmas Babahrot belum menjalankan aturan sesuai prosedur dan standar sebagaimana yang di amanahkan dalam peraturan pemerintah (PP).

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ikhsan kepada Seuramoeaceh.com, Rabu (15/1/2020) di Blangpidie.

"Kita menyarankan permasalahan pengelolaan limbah medis baik dari rumah sakit, klinik maupun praktik dokter dan bidan harus mematuhi aturan-aturan yang ada, sehingga tidak berefek dikemudian hari," ujarnya.

Menurut Politisi PAN itu, jika pihak Puskesmas membiarkan kondisi itu terus terjadi, maka pihak Puskesmas bisa diancam pidana sesuai dengan PP pasal 40 ayat 1 Undang-undang tentang pengelolaan sampah.

"Jika sampah tidak dikelola sesuai norma, prosedur dan standar berdampak pada gangguan kesehatan, keamanan, pencemaran serta perusakan lingkungan maka bisa dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda antara Rp100 juta hingga Rp5 miliar," tegas Ikhsan.

Halaman12

Komentar

Loading...